Laporkan Masalah

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Preeklampsia Pada Ibu Hamil di RSUD Ciereng, Subang, Jawa Barat

Silvi Olvia Susanti, Widyawati, S. Kp., M. Kes., Ph.D. ; Sinta Khrisnamurti, S. Kep., Ns., M.Kep.

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang : Preeklampsia menempati peringkat kedua sebagai kontributor utama  angka kesakitan dan  kematian ibu secara global setelah
perdarahan. Praktik ibu hamil dalam pencegahan komplikasi kehamilan masih belum optimal, mengindikasikan adanya kesenjangan dalam persepsi ibu hamil terkait perilaku sehat selama kehamilan berlangsung sehingga pemahaman dan kesadaran tentang preeklampsia dikalangan ibu hamil sangat penting untuk dideteksi dini dan dimanajemen. Beberapa tahun terakhir dukungan publik untuk ibu hamil telah menurun seiring dengan perkembangan struktur keluarga inti dan urbanisasi. Akibatnya, peran dukungan keluarga menjadi semakin penting. penelitian ini berupaya untuk memberikan hubungan secara holistik melalui pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil di RSUD Ciereng, Subang.

Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di poli kandungan RSUD Ciereng, Subang. Jumlah sampel sebanyak 73 responden yang diperoleh melalui consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah  instrumen untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil yang sudah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji chi square test.

Hasil : Sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 39 (53,4%), sebagian besar ibu hamil memiliki sikap negatif mengenai pencegahan preeklampsia sebesar 41 (56,2%), mayoritas ibu hamil mendapatkan dukungan keluarga yang baik sebesar 53 (72,6%), dan sebagian besar  ibu hamil memiliki perilaku pencegahan preeklampsia yang baik sebesar 39 (53,4%). Terdapat adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,008), dukungan keluarga (p=0,028) dengan perilaku pencegahan preeklampsia, namun tidak terdapat adanya hubungan antara sikap (p=0,256) dengan perilaku pencegahan preeklampsia.

Kesimpulan : Terdapat adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil, namun tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil.

Kata Kunci : Pengetahuan,sikap, dukungan keluarga, perilaku pencegahan, preeklampsia

Background: Preeclampsia ranks second as a major contributor to maternal morbidity and mortality globally, following hemorrhage. Practices among pregnant women to prevent pregnancy complications remain suboptimal, indicating a gap in their perceptions regarding healthy behaviors during pregnancy; therefore, understanding and awareness of preeclampsia among pregnant women are crucia for early detection and management. In recent years, public support for pregnant women has declined in tandem with the evolution of the nuclear family structure and urbanization.Consequently, the role of family support has become increasingly important. This study aims to provide holistic understanding of the relationship between knowledge, attitudes, and family support regrading preeclampsia prevention behaviors among pregnant women.

Objective: This study aims to identify the relationship between levels of knowledge, attitudes, and family support and preeclampsia prevention behaviors among pregnant women at Ciereng Regional General Hospital, Subang.

Methods: This study employed a quantitative approach using a correlational analytical method with a cross-sectional design. The study population consisted of all pregnant women who underwent prenatal checkups at the obstetrics clinic of Ciereng Regional General Hospital in Subang. The sample comprised 73 respondents selected through consecutive sampling who met the inclusion and exclusion criteria. The instruments used in this study were validated and reliable tools designed to measure the level of knowledge, attitudes, family support, and preventive behaviors regarding preeclampsia among pregnant women. Data analysis was performed using the chi-square test.

Result: Most pregnant women had a good level of knowledge 39 (53.4%), most pregnant women had a negative attitude toward preeclampsia prevention 41 (56.2%), majority of pregnant women received good family support 53 (72.6%), and the most pregnant women exhibit good preeclampsia prevention behaviors, totaling 39 (53.4%). There is a significant association between knowledge levels (p= 0,008) and family support (p= 0,028) and preeclampsia prevention behaviors; however, there is no association between attitudes (p= 0,256) and preeclampsia prevention behaviors.

Conclusion: There is a significant association between knowledge levels and family support and preeclampsia prevention behaviors among pregnant women; however, there is no association significant between attitudes and preeclampsia prevention behaviors among pregnant women.

Keywords: Knowledge, attitude, family support, prevention behaviors,preeclampsi

Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, perilaku pencegahan, preeklampsia

  1. S1-2026-504366-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504366-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504366-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504366-title.pdf