Laporkan Masalah

: Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Anggaran Fungsi Ketertiban dan Keamanan dalam Menekan Kriminalitas Antarprovinsi di Indonesia Tahun 2015—2019

Raisa Mukaroma, Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Kriminalitas merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang berdampak terhadap keamanan masyarakat dan menimbulkan biaya ekonomi. Peningkatan anggaran fungsi ketertiban dan keamanan belum selalu menghasilkan capaian keamanan yang optimal, sehingga diperlukan evaluasi terhadap efisiensi penggunaan anggaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis penggunaan anggaran fungsi ketertiban dan keamanan dalam menghasilkan capaian keamanan antarprovinsi di Indonesia selama periode 2015–2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) pada data panel tidak seimbang yang mencakup 34 provinsi dengan 157 observasi. Metode SFA digunakan untuk mengukur efisiensi teknis relatif antarprovinsi berdasarkan kedekatan terhadap frontier model serta memisahkan komponen gangguan acak dan inefisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis penggunaan anggaran fungsi ketertiban dan keamanan sebesar 0,2134 atau 21,34 persen. Nilai gamma sebesar 0,8911 menunjukkan bahwa komponen inefisiensi memiliki peran dominan dalam menjelaskan variasi model. Efisiensi teknis antarprovinsi menunjukkan variasi yang besar dengan rentang nilai 0,0652 hingga 0,8121. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa belum terdapat variabel yang secara konsisten menjadi determinan utama variasi efisiensi teknis. Realisasi anggaran fungsi ketertiban dan keamanan per kapita memiliki hubungan positif terhadap inverse crime, sedangkan indeks pembangunan manusia memiliki hubungan negatif terhadap inverse crime pada tingkat signifikansi 10 persen.


Crime is one of the development challenges that affects public security and generates economic costs. The increase in law and order expenditure does not always produce optimal security outcomes, making it necessary to evaluate the efficiency of budget utilization. This study aims to analyze the technical efficiency of law and order expenditure utilization in producing security outcomes across provinces in Indonesia during the 2015–2019 period. This study employs a quantitative approach using Stochastic Frontier Analysis (SFA) with an unbalanced panel dataset covering 34 provinces and 157 observations. The SFA method is applied to measure the relative technical efficiency of provinces based on their distance from the estimated frontier and to separate random shocks from inefficiency components. The results show that the average technical efficiency of law and order expenditure utilization is 0.2134 or 21.34 percent. The gamma value of 0.8911 indicates that inefficiency components play a dominant role in explaining model variations. Technical efficiency varies substantially across provinces, with scores ranging from 0.0652 to 0.8121. Further analysis indicates that no variable consistently emerges as the main determinant of technical efficiency variation. Law and order expenditure per capita is positively associated with inverse crime, while the human development index is negatively associated with inverse crime at the 10 percent significance level.

Kata Kunci : efisiensi teknis, stochastic frontier analysis, anggaran ketertiban dan keamanan, inverse crime, Indonesia

  1. S2-2026-547409-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547409-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547409-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547409-title.pdf