Model Florishing Siswa Sekolah Dasar dengan Mediasi Kekuatan Karakter
Wresti Wrediningsih, Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog; Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D.
2026 | Disertasi | S3 Psikologi
Latar Belakang: Flourishing semakin dipandang sebagai keluaran penting pendidikan, namun model integratif flourishing pada siswa Sekolah Dasar (SD) yang menguji mekanisme berbasis kekuatan dalam konteks sekolah masih terbatas. Sebagian besar studi sebelumnya berfokus pada remaja atau menguji prediktor secara terpisah tanpa integrasi faktor internal dan eksternal dalam satu model struktural.
Tujuan: Disertasi ini mengembangkan dan menguji model flourishing siswa SD dengan mengintegrasikan tiga faktor eksternal, yaitu iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting), dan pengajaran yang berpusat pada siswa (learner-centered teaching), serta satu faktor internal sebagai mediator menuju flourishing, yaitu kekuatan karakter (character strength).
Metode: Penelitian menggunakan desain multi-methods. Studi 1 merupakan scoping review untuk memetakan definisi, kerangka teoretis, instrument pengukuran, serta prediktor flourishing pada populasi usia sekolah yang telah diteliti sebelumnya. Pada Studi 2, instrumen yang telah diadaptasi secara kultural dan divalidasi secara psikometris untuk mengukur flourishing berbasis PERMA, kekuatan karakter, iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan, dan pembelajaran berpusat pada siswa diujikan kepada 230 siswa dari empat wilayah sekolah di Yogyakarta, Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel.
Hasil: Studi 1 menunjukkan konseptualisasi flourishing pada usia sekolah yang beragam dan penelitian terdahulu cenderung menguji prediktor secara parsial. Studi 2 menunjukkan bahwa pengasuhan berbasis kekuatan merupakan prediktor langsung terkuat terhadap flourishing (? = 0,421, p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>
Kesimpulan: Flourishing murid SD merupakan hasil interaksi antara konteks pengasuhan, pendidikan, dan mekanisme internal berupa kekuatan karakter. Temuan ini memperluas literatur flourishing anak dengan menempatkan kekuatan karakter sebagai mekanisme psikologis utama yang menghubungkan pengaruh lingkungan terhadap flourishing, serta memberi dasar empiris bagi intervensi dan kebijakan sekolah yang mendukung perkembangan optimal siswa.
Background: Despite growing interest in positive education, empirically validated models of flourishing in elementary school students remain scarce. Prior research has focused predominantly on adolescents and examined contextual predictors in isolation, leaving unclear how internal strengths mediate the effects of family and school environments on flourishing.
Objective: Addressing the gap, this dissertation aimed to develop and test a model of flourishing among elementary school students by integrating three external factors, namely school climate, strength-based parenting, and learner-centered teaching, together with one internal factor, character strengths, as a mediator of flourishing.
Methods: This research employed a multi-methods design. Study 1 consisted of a systematic scoping review to map definitions, theoretical frameworks, instruments, and predictors of flourishing in school-age populations. In Study 2, culturally adapted and psychometrically validated instruments assessing PERMA-based flourishing, character strengths, school climate, strength-based parenting, and learner-centered teaching were administered to 230 students from four school regions in Yogyakarta, Indonesia. Data were analyzed using Structural Equation Modeling to examine direct and indirect effects among variables.
Results: Study 1 showed that conceptualizations of flourishing in school-age populations remain diverse, and previous studies have tended to examine predictors only partially. Study 2 indicated that strength-based parenting was the strongest direct predictor of flourishing (? = 0,421, p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>
Conclusion: Flourishing among elementary school students is shaped by the interaction between parenting, educational contexts and internal mechanisms in the form of character strengths. These findings extend the literature on child flourishing by positioning character strengths as a central psychological mechanism linking environmental influences to flourishing, and provide an empirical basis for interventions and school policies that support students’ optimal development.
Kata Kunci : flourishing, kekuatan karakter, siswa sekolah dasar, iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan, pembelajaran berpusat pada siswa, PERMA.