Penerapan Komunikasi Terapeutik Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan Pasien di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah: Pendekatan Bioetika
Restiana Mustika Sari, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D ; Erlin Erlina, M.A., Ph.D.
2026 | Tesis | MAGISTER BIOETIKA
Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan bagian penting dalam pelayanan
obstetri dan ginekologi karena berperan dalam membangun hubungan antara dokter
dan pasien selama proses pelayanan kesehatan. Selain menyampaikan informasi
medis, komunikasi terapeutik juga berkaitan dengan kebutuhan emosional,
psikologis, dan pengambilan keputusan pasien. Namun, kajian mengenai komunikasi
terapeutik dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari perspektif bioetika
masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model
komunikasi terapeutik berbasis bioetika melalui kajian terhadap praktik
komunikasi terapeutik dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam pelayanan
pasien di RS Syarif Hidayatullah.
Metode: Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan utama
terdiri atas tiga dokter spesialis obstetri dan ginekologi, sedangkan informan
pendukung terdiri atas tujuh pasien dan satu informan triangulasi dari unsur
manajemen rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi.
Hasil: Penelitian
menghasilkan enam tema utama, yaitu komunikasi empatik, adaptasi komunikasi
terapeutik, komunikasi sebagai dukungan psikologis dan healing, penerapan
prinsip bioetika dalam pengambilan keputusan medis, keterlibatan keluarga dalam
komunikasi dan pengambilan keputusan, serta profesionalisme dan kompetensi
komunikasi dalam praktik kedokteran. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi
terapeutik berkembang sebagai praktik yang mengintegrasikan aspek klinis,
psikologis, etis, dan relasional dalam pelayanan obstetri dan ginekologi.
Komunikasi terapeutik juga menjadi media penerapan prinsip-prinsip bioetika,
terutama penghormatan terhadap otonomi pasien, beneficence, non-maleficence,
serta keterlibatan keluarga dalam proses pengambilan keputusan medis.
Kesimpulan: Temuan penelitian menunjukkan komunikasi terapeutik dalam pelayanan obstetri dan ginekologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi medis, tetapi juga sebagai praktik yang mengintegrasikan empati, dukungan psikologis, keterlibatan pasien dan keluarga, serta penerapan prinsip-prinsip bioetika dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini mengidentifikasi adanya model komunikasi terapeutik berbasis bioetika yang dibangun melalui komunikasi yang empatik, adaptif, partisipatif, dan profesional, sehingga mendukung pelayanan yang berpusat pada pasien di unit obstetri dan ginekologi.
Conclusion: The findings demonstrate that therapeutic communication in obstetric and gynecological care serves not only as a means of delivering medical information but also as a practice that integrates empathy, psychological support, patient and family involvement, and the application of bioethical principles in healthcare. This study identified a bioethics-based therapeutic communication model characterized by empathetic, adaptive, participatory, and professional communication, thereby supporting patient-centered care in obstetric and gynecological.
Kata Kunci : Komunikasi terapeutik, bioetika, obstetri dan ginekologi, komunikasi dokter-pasien, patient-centeredcare