Laporkan Masalah

Keberlanjutan Usahatani Bawang Merah Srikayang di Desa Srikayangan Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulon Progo

Firda Noor Fajrin, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P ; Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec

2026 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Tanaman bawang merah merupakan salah satu komoditi sayuran unggulan yang sudah lama telah diupayakan petani secara intensif.  Kabupaten Kulon Progo memiliki varietas lokal unggulan spesifik yaitu srikayang. Penggunaan varietas srikayang dilakukan oleh petani di Desa Srikayangan karena varietas tersebut memiliki keunggulan beradaptasi dengan perubahan cuaca serta adanya penggunaan secara turun menurun oleh petani setempat. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebih dapat merusak ekosistem setempat sehingga perlu adanya perubahan dengan penggunaan praktik keberlanjutan untuk keberlangsungan jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis indeks dan tingkat motivasi petani dalam berusaha tani bawang merah srikayang; 2) Mengetahui indeks dan status keberlanjutan usahatani bawang merah srikayang ditinjau dari lima dimensi keberlanjutan (ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi, dan kelembagaan); 3) Mengetahui indikator yang dominan pada masing-masing dimensi keberlanjutan; 4) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usahatani bawang merah varietas srikayang. Metode analisis mengenai tingkat motivasi petani menggunakan pendekatan teori ERG dan skala likert. Analisis selanjutnya menggunakan MDS Rap-Shallot untuk mengetahui indeks keberlanjutan ditinjau dari dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi lingkungan, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan, dalam analisis tersebut terdapat analisis leverage untuk mengetahui indikator dominan pada masing-masing dimensi. Terakhir penggunaan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani tinggi dengan nilai sebesar 88%, motivasi existence memiliki nilai tertinggi. Keberlanjutan usahatani bawang merah srikayang memiliki indeks 52,60% masuk kategori cukup berkelanjutan dengan indeks tertinggi pada dimensi sosial. Dari ke-empat variabel independen yang digunakan variabel tingkat motivasi petani, produktivitas bawang merah, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh, sedangkan variabel modal finansial berpengaruh negatif terhadap keberlanjutan.

Shallot plants are one of the leading vegetable commodities that farmers have been intensely pursuing for a long time. Kulon Progo Regency has a specific superior local variety, namely srikayang. The use of the srikayang variety is carried out by farmers in Srikayangan Village because the variety has the advantage of adapting to weather changes and the use of it in a downward manner by local farmers. However, because the excessive use of chemical fertilizers and pesticides can damage the local ecosystem, there is a need for changes with the use of sustainability practices for long-term sustainability. The objectives of this study are 1) Analyze the index and level of motivation of farmers in doing srikayang shallot farming; 2) To find out the index and sustainability status of srikayang shallot farming reviewed from the five dimensions of sustainability (economic, social, environmental, technological, and institutional); 3) Knowing the dominant indicators in each dimension of sustainability; 4) Analyze the factors that affect the sustainability of srikayang variety shallot farming. The method of analysis on the level of motivation of farmers uses the ERG theory approach and the Likert scale. The next analysis uses the Rap-Shallot MDS to determine the sustainability index from the economic dimension, social dimension, environmental dimension, technological dimension, and institutional dimension. And in the analysis, there is a leverage analysis to find out the dominant indicators in each dimension. Finally, the use of multiple linear regression analysis to find out the factors that affect sustainability. The results showed that the level of farmer motivation was high with a score of 88%, existence motivation had the highest value. The sustainability of srikayang shallot farming has an index of 52.60%, which is categorized as quite sustainable with the highest index in the social dimension. Of the four independent variables used, the variables of farmers' motivation level, onion productivity, and business experience had no effect, while the financial capital variable had a negative effect on sustainability.

Kata Kunci : Bawang merah, MDS Rap-shallot, Keberlanjutan, Motivasi petani

  1. S2-2026-490149-abstract.pdf  
  2. S2-2026-490149-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-490149-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-490149-title.pdf