Evaluasi Keragaan Tanaman dan Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dengan Pembenah Tanah dan Pembungkusan Buah
Reny Mita Sari, Dr. Ir. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P.; Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.; Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc., Ph.D.
2026 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Budidaya nanas secara intensif dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, terutama rendahnya kandungan bahan organik dan ketersediaan hara yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Penggunaan kompos diperkaya yang berbasis kompos, vermikompos dan biochar diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah sekaligus mengurangi dosis pupuk anorganik pada budidaya nanas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pembenah tanah berbasis kompos yang diperkaya vermikompos dan biochar, kombinasi pupuk anorganik, serta pembungkusan buah terhadap kualitas tanah, pertumbuhan, hasil, dan mutu buah nanas kultivar GP3 dan MD2. Percobaan pertama menggunakan rancangan split plot dengan tujuh perlakuan pembenah tanah dan dua dosis pupuk anorganik (100?n 75%). Percobaan kedua menggunakan perlakuan pembenah tanah terbaik dari percobaan pertama dan pembenah tanah rekomendasi yang dikombinasikan dengan perlakuan pembungkusan buah (paperbag dan EPE bag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan kompos diperkaya mampu memperbaiki kualitas tanah melalui peningkatan C-organik, stabilitas kation basa, serta aktivitas mikroba tanah, yang berdampak pada peningkatan penyerapan hara dan pertumbuhan tanaman. Pada kultivar GP3 dan MD2, penggunaan kompos diperkaya dengan dosis lebih rendah (25 dan 35 t ha?¹) mampu menghasilkan perbaikan kualitas tanah, serapan unsur hara, pertumbuhan tanaman, dan bobot buah yang setara dengan kompos tunggal dosis tinggi (50 t ha?¹). Pengurangan pupuk anorganik menjadi 75% tidak menurunkan secara nyata sebagian besar variabel pertumbuhan dan hasil, termasuk bobot buah pada nanas kultivar GP3. Sebaliknya, pada kultivar MD2, pengurangan pupuk anorganik menjadi 75% menyebabkan penurunan nyata pada bobot segar tanaman, bobot batang, dan tinggi tanaman. Pada aspek kualitas buah nanas MD2, perlakuan kompos diperkaya 35 t ha?¹ dengan komposisi 96% kompos, 2,5% vermikompos, dan 1,5% biochar mampu meningkatkan kekerasan buah, sedangkan pembungkusan buah menggunakan EPE bag mampu mempertahankan mutu selama penyimpanan, termasuk total padatan terlarut dan stabilitas gula. Berdasarkan hasil penelitian, kompos diperkaya meningkatkan serapan penggunaan hara dan memungkinkan pengurangan pupuk anorganik pada kultivar GP3, namun kombinasi dengan dosis pupuk rekomendasi tetap diperlukan pada kultivar MD2, untuk mencapai produktivitas dan kualitas buah yang maksimal.
Long-term intensive pineapple cultivation can lead to soil degradation, particularly through the depletion of soil organic matter and nutrient availability, which ultimately affects plant growth and productivity. The application of enriched compost formulated from compost, vermicompost, and biochar is expected to improve soil quality while reducing the requirement for inorganic fertilizers in pineapple production. This study aimed to evaluate the effects of compost-based soil amendments enriched with vermicompost and biochar, different inorganic fertilizer rates, and fruit bagging on soil quality, plant growth, yield, and fruit quality of GP3 and MD2 pineapple cultivars. The first experiment was arranged in a split-plot design consisting of seven soil amendment treatments and two inorganic fertilizer rates (100% and 75% of the recommended dose). The second experiment employed the best-performing soil amendment from the first experiment and the existing soil amendment as the main treatments, combined with two fruit bagging materials (paper bag and EPE bag). The results showed that all enriched compost treatments improved soil quality by increasing soil organic carbon, maintaining the stability of exchangeable base cations, and enhancing soil microbial activity, which consequently promoted nutrient uptake and plant growth. In both GP3 and MD2 cultivars, enriched compost applied at lower rates (25 and 35 t ha?¹) produced soil quality, nutrient uptake, plant growth, and fruit weight comparable to those obtained with the conventional high-rate compost application (50 t ha?¹). Reducing the inorganic fertilizer rate to 75% did not significantly affect most growth and yield parameters, including fruit weight, in the GP3 cultivar. In contrast, the same reduction significantly decreased plant fresh weight, stem weight, and plant height in the MD2 cultivar. Regarding MD2 fruit quality, the enriched compost applied at 35 t ha?¹ with a composition of 96% compost, 2.5% vermicompost, and 1.5% biochar improved fruit firmness as well as fruit nitrogen and calcium contents. In addition, fruit bagging with EPE bags better maintained fruit quality during storage, including total soluble solids and sugar stability. Based on the results, enriched compost enhanced nutrient use efficiency and enabled a reduction in inorganic fertilizer inputs for the GP3 cultivar. However, for the MD2 cultivar, the enriched compost should be combined with the full recommended inorganic fertilizer rate to achieve maximum productivity and fruit quality.
Kata Kunci : nanas, pembenah tanah, pupuk anorganik, kualitas buah