Laporkan Masalah

Gambaran Pengetahuan Kader Kesehatan tentang Demensia di Kabupaten Kebumen

Meylina Amalia Putri, Dr.Sri Mulyani, S.Kep.,Ns.,MNg; Ema Madyaningrum, S.Kep.,Ns.,M.Kes.,Ph.D

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Demensia menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya populasi lansia. Pengetahuan kader tentang demensia penting, karena mendukung dalam pelaksanaan upaya promotif, preventif, dan deteksi dini demensia. Namun, saat ini belum ada data terkait pengetahuan kader tentang demensia di Kabupaten Kebumen.

Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan kader kesehatan di Kabupaten Kebumen tentang demensia. 

Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Responden penelitian ini merupakan 107 kader di wilayah kerja Puskesmas Kebumen 1, 2, dan 3, dengan metode proportional stratified sampling dan convenience sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS) yang dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. 

Hasil: Pengetahuan responden tentang demensia memiliki median sebesar 23 dari total skor DKAS 50. Median tertinggi terdapat pada domain pertimbangan perawatan sebesar 10,00 (min-max = 0-12). Karakteristik usia (p-value = 0,519), pendidikan terakhir (p-value = 0,605), pengalaman menjadi kader (p-value =  0,768), pengalaman berinteraksi dengan ODD (p-value = 0,482), pengalaman merawat (p-value = 0,509), dan pengalaman pelatihan (p-value = 0,138) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan skor pengetahuan demensia. 

Kesimpulan: Pengetahuan kader tentang demensia kurang dari setengah nilai maksimum skor DKAS, dengan skor tertinggi pada domain pertimbangan perawatan dan terendah pada domain penyebab dan karakteristik. Karakteristik usia, tingkat pendidikan, pengalaman menjadi kader, berinteraksi, merawat, dan mendapatkan pelatihan tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan skor pengetahuan demensia.

Background: Dementia is a growing health problem as the elderly population increases. Health cadres' knowledge of dementia is important because it supports health promotion, prevention, and early detection. However, data on this topic in Kebumen Regency are currently lacking. 

Objective: To describe the knowledge of health cadres in Kebumen Regency regarding dementia. 

Method: This was a quantitative study with a cross-sectional design. A total of 107 health cadres from Puskesmas Kebumen 1, 2, and 3 were selected using proportional stratified and convenience sampling. Data were collected using the Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS) and analyzed using univariate and bivariate analyses. 

Result: The respondents' knowledge of dementia had a median score of 23 out of a maximum possible DKAS score of 50. The highest median was found in the care considerations domain, at 10.00 (min–max = 0–12). Characteristics such as age (pvalue = 0.519), education level (p-value = 0.605), duration as a health cadre (pvalue = 0.768), experience interacting with people with dementia (p-value = 0.482), caregiving experience (p-value = 0.509), and training experience (p-value = 0.138) were not significantly associated with dementia knowledge scores. 

Conclusion: Health cadres' knowledge of dementia was less than half of the maximum DKAS score, with the highest score in the care considerations domain and the lowest in the causes and characteristics domain. The characteristics of age, education level, experience as a cadre, interaction, caregiving, and training showed no significant differences in dementia knowledge score. 

Kata Kunci : demensia, kader kesehatan, pengetahuan

  1. S1-2026-494963-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494963-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494963-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494963-title.pdf