Laporkan Masalah

Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit: Koneksi Pemerintah dan Koneksi Militer sebagai Pemoderasi

Yesaya Heryan Sanantha, Arika Artiningsih, S.E., M.Acc., M.Com., M.Res., Ph.D., CFE., CFrA., CPA (Aust.)

2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini menguji pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas audit, dengan koneksi politik yang dibedakan menjadi koneksi pemerintah dan koneksi militer sebagai variabel moderasi. Kualitas audit diproksikan dengan pemilihan auditor Big 4, sedangkan ukuran perusahaan diukur melalui logaritma natural total aset. Penelitian dilandasi Resource Dependence Theory, yang memandang perusahaan sebagai sistem terbuka yang berupaya mengamankan sumber daya dan legitimasi dari lingkungan eksternalnya.

Sampel terdiri atas 1.064 observasi perusahaan-tahun dari perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2023–2024, dengan koneksi politik diukur pada baseline 2022 (t-1) untuk menjaga urutan waktu yang logis dan mengurangi kekhawatiran reverse causality. Data dianalisis menggunakan regresi logistik data panel random effects yang diestimasi dengan metode Maximum Likelihood. Ketahanan temuan diuji melalui Firth penalized logistic regression dan estimasi tanpa variabel kontrol, sementara perbandingan kekuatan moderasi diuji dengan uji Wald.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit (H1 didukung). Koneksi pemerintah maupun koneksi militer terbukti memperlemah hubungan positif tersebut (H2a dan H2b didukung), mengindikasikan bahwa koneksi politik berfungsi sebagai substitusi atas kebutuhan legitimasi audit eksternal. Namun, perbedaan kekuatan moderasi antara koneksi militer dan koneksi pemerintah tidak signifikan secara statistik (H3 tidak didukung). Temuan ini menegaskan bahwa kedua jalur koneksi politik bekerja melalui mekanisme substitusi yang setara.

This study examines the effect of firm size on audit quality, with political connection distinguished into government and military connections serving as moderating variables. Audit quality was proxied by the choice of a Big 4 auditor, while firm size was measured as the natural logarithm of total assets. The study draws on Resource Dependence Theory, which views the firm as an open system that seeks to secure resources and legitimacy from its external environment.

The sample comprised 1,064 firm-year observations of non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange over 2023–2024, with political connection measured at a 2022 baseline (t-1) to preserve a logical temporal ordering and mitigate reverse-causality concerns. The data were analysed using a random-effects panel logistic regression estimated by Maximum Likelihood. Robustness was assessed using Firth-penalized logistic regression and estimation without control variables, and the relative strength of the two moderating effects was tested with a Wald test.

The results show that firm size has a significant positive effect on audit quality (H1 supported). Both government and military connections significantly weaken this positive relationship (H2a and H2b supported), indicating that political connections serve as a substitute for the need for external audit legitimacy. However, the difference in moderating strength between military and government connections is not statistically significant (H3 not supported), suggesting that both channels of political connection operate through an equivalent substitution mechanism.

Kata Kunci : kualitas audit, ukuran perusahaan, koneksi politik, koneksi militer, Resource Dependence Theory, regresi logistik panel

  1. S2-2026-571759-abstract.pdf  
  2. S2-2026-571759-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-571759-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-571759-title.pdf