Identifikasi karakteristik fisik lahan untuk mengetahui potensi kerusakan lahan dengan metode land position MAP (LPM) di DAS Garang Jawa Tengah
Aida Muhtar, Drs. Sudaryatno, M.Si.
2006 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVAdanya anggapan bahwa rusaknya kawasan hutan merupakan penyebab utama bencana alam seperti banjir, erosi dan tanah longsor. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa peran di luar kawasan hutan seperti permukiman, pertanian, dll juga berperan penting dalam melestarikan ekosistem lingkungan DAS. Dengan menggunakan parameter fisik lahan seperti, kemiringan lereng. kepekaan tanah terhadap erosi, kepekaan struktur geologi terhadap erosi, intensitas hujan, karakteristik DAS dan posisi DAS dapat digunakan untuk mengetahui bahwa peran kawasan di luar hutan mempunyai peran yang sama penting dalam perlindungan ekosistem lingkungan. Dengan menggunakan metode Land Position Map parameter-parameter fisik lahan di atas kemudian di overlay dan menjadi Peta Posisi Lahan DAS Garang, dimana Peta Posisi Lahan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui peran masing-masing lahan terhadap fungsi perlindungan ekosistem dan pelestarian lingkungan dengan melihat tingkat kerawanan suatu lahan. Klasifikasi yang diperoleh dari Peta Posisi Lahan DAS Garang adalah sangat aman, cukup aman, rawan dan sangat rawan. Peta Posisi lahan dapat diaplikasikan dengan tema lain, seperti pada penelitian ini mengaplikasikannya dengan peta penutup lahan DAS Garang. Antara Peta penutup lahan dan peta posisi lahan DAS Garang kemudian dioverlay dan digunakan untuk mengidentifikasi kawasan yang terancam bencana. Hasil yang diperoleh bahwa kawasan di luar hutan mempunyai prosentase tingkat kerawanan (lahan sensitif) yang lebih besar dibandingkan dengan kawasan hutan, dimana kawasan diluar hutan mempunyai prosentase sebesar 27,59%, sedangkan prosentase lahan sensitif kawasan hutan lebih kecil, yaitu 16,15%.
-
Kata Kunci : Karakteristik Fisik lahan,Kerusakan lahan