Laporkan Masalah

Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk memantau perubahan garis pantai di sebagian Segara Anakan kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tahun 1987-1998

Agung Susilo W., Drs. Sudaryatno, M.Si.

2004 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Segara Anakan merupakan kawasan lindung yang terletak di Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah yang saat ini tengah menurun kuantitas maupun kualitas lingkungannya. Perairan Segara Anakan dan lingkungannya merupakan suatu bentang alam dengan suasana ekologis yang cukup khas. Perairan ini ditandai dengan fenomena-fenomena seperti hutan mangrove yang cukup luas, sedimentasi yang tinggi terutama perubahan garis pantai, pengaruh pasang surut yang kuat dan terdapatnya bermacam-macam varietas ikan. Perubahan garis pantai di kawasan Segara Anakan cukup tinggi, hal ini disebabkan adanya sedimentasi dari sungai-sungai yang bermuara di Segara Anakan seperti Sungai Cibeureum, Citanduy, Cikonde dan Cimeneng, maupun perubahan penggunaan lahan di sekitar Segara Anakan. Perubahan garis pantai ini dapat dipantau dengan memanfaatkan teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis yang berupa data citra satelit. Data yang digunakan dalam studi kasus ini adalah data citra satelit SPOT-XS yang mempunyai resolusi spasial 20 meter untuk tanggal perekaman 11 Oktober 1987 dan citra satelit SPOT-XS untuk tanggal perekaman 19 Maret 1998. Data ini diproses dengan menggunakan metode konvensional yang berupa pengenalan objek atau klasifikasi penggunaan lahan sedangkan pergeseran garis pantainya dihitung berdasarkan pada penentuan jarak antara dua titik pixel hasil dari overlay citra tahun 1987 dan 1998. Hasil dari studi kasus ini memperlihatkan bahwa selama periode waktu 11 tahun atau dari tahun 1987 hingga tahun 1998 di kawasan Segara Anakan telal? terjadi perubahan garis pantai dan perubahan penggunaan lahan. Akibat dari sedimentasi yang tinggi, garis pantai di Segara Anakan mengalami pergeseran rata-rata sejauh 1343 meter atau 122 meter/tahun dengan luas pergeseran garis pantai dari tahun 1987 hingga tahun 1998 mengalami penyusutan luas sebesar 738,76 hektar selama 11 tahun atau 67,16 hektar/tahun. Perubahan penggunaan lahan di Segara Anakan yang cukup besar perubahannya adalah mangrove. Pada tahun 1987 mangrove mempunyai luas 8841,72 ha sedangkan pada tahun 1998 menyusut menjadi 6151,32 ha, sehingga selama 11 tahun luasnya menyusut sebesar 2690,4 ha atau 244,58 ha/th. Penyusutan luas mangrove ini diakibatkan oleh berubahnya fungsi penggunaan lahan seperti menjadi pemukiman, lahan pertanian/sawah, lahan terbuka maupun hutan daratan.

-

Kata Kunci : Penginderaan jauh, sistem informasi geografis,perubahan garis pantai,Cilacap

  1. TA-2004-136650-abstract.pdf  
  2. TA-2004-136650-bibliography.pdf  
  3. TA-2004-136650-tableofcontent.pdf  
  4. TA-2004-136650-title.pdf