Identifikasi dan pemetaan kepadatan dan tataletak bangunan dalam rangka kajian potensi kebakaran dikecamatan Mergangsan kota Yogyakarta
Agus Setiyono, Drs. Zuharnen, M.S.
2003 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVWilayah Kecamatan Mergangsan adalah daerah perkotaan yang memiliki perkembangan sangat dinamis. Kebakaran adalah bencana yang sulit diduga dan sering terjadi, khususnya di wilayah perkotaan yang mempunyai kepadatan bangunan relatif tinggi. Penelitian ini mempunyai tujuan menerapkan teknik penginderaan jauh menggunakan foto udara untuk pemetaan parameter rawan kebakaran. Data yang digunakan adalah foto udara pankromatik H/P skala 1: 10.000 yang diambil tahun 1996, serta data sekunder yang digunakan adalah Peta Administrasi dan Jaringan Jalan Kota Yogyakarta BPN DIY skala 1: 10.000, serta Peta Rupabumi skala 1: 25.000. Satuan pemetaan dalam penelitian ini adalah blok bangunan, setiap blok bangunan tersebut kemudian di harkat berdasarkan variabel yang telah ditentukan. Cek lapangan diperlukan untuk menambah informasi yang kurang dari interpretasi foto udara. Data yang diperoleh dari interpretasi foto udara adalah (1) kepadatan rumah, (2) tataletak, (3) lebar jalan, dan (4) kedekatan dengan sungai. Proses dalam analisis daerah rawan kebakaran dilakukan menggunakan metode pengharkatan berjenjang tertimbang terhadap parameter yang berpengaruh. Bobot penimbang ditentukan sesuai dengan besarnya pengaruh suatu parameter terhadap perambatan kebakaran yaitu bobot 2 untuk parameter yang berupa material yang memudahkan perambatan api dan bobot 1 untuk parameter yang bertujuan untuk memadamkan atau mencegah penjalaran/perambatan api. Data yang telah diperoleh dari interpretasi foto udara tersebut kemudian di integrasikan dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) sebagai alat dalam analisis data. Proses dalam SIG meliputi proses pemasukan data, editing, analisis data serta keluaran. Perangkat lunak yang digunakan adalah ENVI 3.1, Arcview 3.2, serta Arc/Info.
-
Kata Kunci : Pemetaan,identifikasi,kepadatan bangunan