Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk menetukan lokasi lapangan tembak udara ke darat/air weapon range di sebagian kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat
Agus Saepul Rohman, Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
2003 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi Lapangan tembak udara ke darat disebagian Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat dengan memadukan penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Bahan penelitian menggunakan Citra Landsat 7 ETM tahun 2000 dan peta Topografi tahun 1972 sebagai sumber data. Citra Landsat7 dibuat komposit dan diinterpretasi untuk menghasilkan peta penggunaan lahan kemudian diolah dengan menggunakan fasilitas SIG. Interpretasi Citra Landsat7 untuk mengenali dan mengidentifikasi objek penggunaan lahan menggunakan unsur unsur interpretasi yaitu rona, bentuk, ukuran, tekstur, pola, bayangan, situs, dan asosiasi serta melihat dari kenampakan peta topografi. Disamping itu, sebagai panduan kerja dalam melakukan interpretasi adalah sistem klasifikasi. Sistem klasifikasi yang digunakan adalah sistem klasifikasi menurut USGS (United State Geological Survey), dengan sedikit modifikasi untuk penyesuaian dengan daerah penelitian, dimana sistem klasifikasi yang digunakan juga ikut mempengaruhi ketelitian dalam identifikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengharkatan binary. Jenis penggunaan lahan yang diidentifikasi dari Citra Landsat7 ETM+ tahun 2000 antara lain lahan vegetas? kerapatan tinggi, lahan vegetasi kerapatan rendah, lahan vegetasi kerapatan sedang, lahan vegetasi kerapatan basah, lahan kosong. lahan permukiman dan tubuh air Peta lokasi AWR diperoleh dengan melakukan tumpangsusun antara peta penutup lahan, peta jarak terhadap permukiman, peta jarak terhadap aksesibilitas, peta relief dan peta rute penerbangan. Peta yang dihasilkan merupakan peta dengan skala kecil karena resolusi spasial yang digunakan sebesar 30 m, adapun keuntungannya dapat menghemat waktu dan murah dibandingkan dengan survey lapangan akan tetapi untuk menjaga keakurasian data, pekerjaan lapangan perlu dilakukan. Adanya lokasi lahan yang sesuai untuk di jadikan AWR didaerah tersebut tetap perlu dipantau, dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor faktor yang ada serta perlu memperhatikan alokasi lahan yang sudah direkomendasikan oleh pihak pemerintahan setempat dalam hal ini Gubernur Kalimantan Barat, sehingga pembangunan AWR benar-benar aman dan tidak mengganggu daerah itu sendiri maupun daerah sekitarnya.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh, sistem informasi geografis,lokasi lapangan tembak