SOLOMON ISLANDS EXERCISING AGENCY BETWEEN AUSTRALIA AND CHINA (2019–2026)
Matilda Radani Dora, Prof. Dr, Dafri Agussalim, M.A.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalThis thesis examines how the Solomon Islands has exercised agency in balancing relations between China and Australia from 2019 to 2026, challenging traditional narratives that portray Pacific Island states as passive arenas of great power rivalry. Using Regional Security Complex Theory (RSCT) as a structural lens and small state agency. The Solomon Islands' diplomatic realignment, security pact with China, and recalibration under domestic contestation illustrate hedging and multi-alignment strategies. Findings enrich RSCT by embedding agency, highlight comparative pattens across small states, and provide policy lessons for great powers engaging the South Pacific.
Tesis ini menelaah bagaimana Kepulauan Solomon menjalankan agensi dalam menyeimbangkan hubungan antara Tiongkok dan Australia pada periode 2019-2026, sekaligus menantang narasi tradisional yang menggambarkan negara-negara Pasifik sebagai arena pasif dalam rivalitas kekuatan besar. Dengan menggunakan Teori Kompleks Keamanan Regional (RSCT) sebagai lensa struktural dan teori agensi negara kecil untuk menekankan pilihan, penelitian ini menunjukkan bahwa Pasifik Selatan dibentuk bersama oleh rivalitas eksternal dan agensi lokal. Realignment diplomatik, pakta keamanan dengan Tiongkok, serta penyesuaian di tengah kontestasi domestik menggambarkan strategi hedging dan multi-alignment. Temuan penelitan memperkaya RSCT dengan memasukkan agensi, menyoroti pola komparatif antar negara kecil, serta memberikan pelajaran kebijakan bagi kekuatan besar yang terlibat di Pasifik.
Kata Kunci : Solomon Islands, Regional Security Complex Theory, Small State Agency, South Pacific Security, China-Australia Rivalry.