Laporkan Masalah

Resistansi dan Negosiasi Identitas Budaya Anak Indonesia pada Penerjemahan Istilah Budaya dalam Buku Cerita Anak Indonesia dan Terjemahannya Bahasa Inggris

Yeni Dyah Setiyo Rini, Prof. Dr. Drs. Sajarwa, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penerjemahan istilah budaya merupakan penerjemahan yang melibatkan adanya pemertahanan budaya sumber dan dominasi budaya sasaran pada teks sasaran yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Hal ini dinamakan resistansi dan negosiasi dalam penerjemahan yang digunakan sebagai solusi untuk menjembatani dua budaya yang berbeda. Penelitian ini membahas resistansi dan negosiasi identitas budaya anak Indonesia dalam buku cerita anak yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Resistansi dalam penerjemahan berlandaskan pada teori Venuti (2008) dan negosiasi menggunakan teori Eco (2004). Teori kemampuan kognitif Piaget (1952) juga digunakan untuk mempertimbangkan keterjangkauan terjemahan terhadap kemampuan kognitif anak pada tahap perkembangan dan perjenjangan buku yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis istilah budaya, pola resistansi dan negosiasi identitas budaya, serta implikasinya. Data berupa kata dan frasa yang berunsur budaya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistansi dan negosiasi identitas budaya paling banyak ditemukan pada kategori budaya material. Hal ini sejalan dengan kemampuan kognitif anak yang bergantung pada istilah yang bersifat konkret. Selain itu, resistansi dan negosiasi identitas budaya anak Indonesia menghasilkan pola yang berupa adanya perubahan maupun penetapan bentuk dan makna. Resistansi dan negosiasi memunculkan adanya implikasi yang mencakup tiga aspek utama, yaitu representasi budaya, akomodasi pembaca sasaran, dan kesepadanan atau ketidaksepadanan terjemahan yang berkaitan dengan kemampuan kognitif anak.

Cultural terms translation involves the preservation of source culture and the dominance of target culture in target text. This process called resistance and negotiation in translation, which are the solution to translate two different cultures. This study examines the resistance and negotiation of Indonesian children’s cultural identity in children’s storybooks which translated into English. Resistance in translation refers to Venuti’s theory (2008), while negotiation based on Eco’s theory (2004). Piaget’s (1952) Theory of cognitive development is employed to consider the accessibility of translated cultural terms related to children’s cognitive abilities at different developmental stages and book level. This study aims to identify the categories of cultural terms, patterns of resistance and negotiation, and their implications. The data consist of cultural words, phrases, and sentences analyzed using descriptive qualitative method and comparative technique. The results show that resistance and negotiation of Indonesian children’s cultural identity occur most frequently in the category of material culture. It corresponds with children cognitive ability, which is closely associated with their understanding of concrete concepts. Resistance and negotiation produce patterns in which form and meaning are either changed or preserve, resulting different degrees of cultural resistance. Resistance and negotiation implicate three main aspects: cultural representation, target reader accommodation, and translation equivalence or distortion of meaning. These aspects are related to children’s cognitive abilities. 

Kata Kunci : resistansi, negosiasi, identitas budaya, kognitif anak, penerjemahan, buku cerita anak

  1. S2-2026-525215-abstract.pdf  
  2. S2-2026-525215-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-525215-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-525215-title.pdf