Persepsi Filipina terhadap Kerja Sama Keamanan Australia-Inggris-Amerika Serikat (AUKUS) dalam Menghadapi Tindakan Asertif China di Laut China Selatan
Hayatunufus, Prof.Dr.Siti Muti'ah Setiawati, MA
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Tesis ini mengkaji mengenai Australia-Inggris-Amerika Serikat (AUKUS) yang dipersepsikan dapat membantu Filipina dalam menghadapi tindakan asertif China di Laut China Selatan. Adanya peningkatan aktivitas China di Laut China Selatan dianggap menantang kepentingan keamanan beberapa negara, termasuk Filipina sebagai negara yang memiliki klaim dan kepentingan langsung di Laut China Selatan. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan Filipina mempersepsikan AUKUS sebagai kerja sama yang dapat mendukung kepentingan keamanannya dalam menghadapi tindakan asertif China di Laut China Selatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh melalui kajian literatur akademik, dokumen kebijakan dan publikasi terkait perkembangan keamanan Laut China Selatan. Analisis penelitian ini didasarkan pada Teori Keamanan Regional dengan menggunakan 4 variabel (struktur anarki, polaritas, batas keamanan regional dan konstruksi sosial). Hasil Penelitian menjunjukkan bahwa persepsi Filipina terhadap AUKUS terbentuk melalui faktor utama yaitu meningkatnya persepsi ancaman akibat aktivitas asertif China, kebutuhan Filipina untuk mengatasi keterbatasan kapabilitas pertahanan nasional serta kepentingan memperkuat posisi strategis melalui keterlibatan mitra keamanan eksternal. AUKUS dipersepsikan Filipina bukan hanya sebagai kerja sama pertahanan berbasis teknologi militer, tetapi sebagai bagian dari mekanisme external balancing yang berpotensi memperkuat efek deterrence dan menjaga keseimbangan keamanan regional. Temuan penelitian ini juga menegaskan bahwa persepsi Filipina terhadap AUKUS terbentuk melalui interaksi antara tekanan China, ketimpangan kekuatan, keterbatasan mekanisme kawasan, dan pola hubungan keamanan yang telah terbangun antara Filipina dan negara-negara anggota AUKUS.
This thesis examines the Australia–United Kingdom–United States (AUKUS) security partnership, which is perceived as capable of assisting the Philippines in addressing China’s assertive actions in the South China Sea. The increasing activities of China in the South China Sea are considered to challenge the security interests of several states, including the Philippines as a country with direct claims and strategic interests in the region. Based on this context, this research aims to analyze the reasons behind the Philippines’ perception of AUKUS as a cooperation framework that can support its security interests in responding to China’s assertive actions in the South China Sea. This research employs a qualitative research design using the library research method. The data are obtained through the examination of academic literature, policy documents, and publications related to security developments in the South China Sea. The analysis is based on Regional Security Complex Theory (RSCT) by applying four analytical variables: anarchic structure, polarity, regional security boundaries, and social construction. The findings of this research demonstrate that the Philippines’ perception of AUKUS is shaped by several key factors, including the increasing perception of threats resulting from China’s assertive activities, the Philippines’ need to overcome limitations in its national defense capabilities, and its interest in strengthening its strategic position through engagement with external security partners. AUKUS is perceived by the Philippines not only as a defense cooperation framework based on military technology but also as part of an external balancing mechanism that has the potential to strengthen deterrence effects and maintain regional security balance. The findings further emphasize that the Philippines’ perception of AUKUS is formed through the interaction between China’s pressure, power asymmetry, limitations of regional security mechanisms, and the established security relations between the Philippines and AUKUS member states.
Kata Kunci : AUKUS, China, Filipina, keamanan regional, Laut China Selatan