Aplikasi sistem informasi geografi untuk pemetaan indeks potensi lahan di kabupaten Purworejo propinsi Jawa Tengah
Ade Yusak Kurniawan, Drs. Zuharnen, M.S.
2007 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPenelitian ini bertujuan untuk mererapkan konsep Indeks Potensi Lahan dalam penentuan Kemampuan lahan suatu wilayah dengan mengaplikasikan Sistem Informasi Geografi dan memetakan potensi lahan sesuai dengan potensi lahannya di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah dengan mengaplikasikan Sistem Informasi Geografi. Hal ini sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan penggunaan lahan yang tepat sehingga lebih efisien dan memperoleh hasil yang maksimal dari penggunaan lahan tersebut. Daerah yang dikaji dalam penelitian ini adalah daerah Kabupaten Purworejo yang mempunyai topografi yang sangat beragam dari datar-landai, berombak, berbukit, sampai bergunung, penggunaan lahannya yang dipengaruhi oleh aktivitas aliran sungai, serta penggunaan lahannya yang beranekaragam mulai dari sektor pertanian, permukiman, tegalan, kebun campur, dan hutan. Parameter-parameter yang digunakan dalam Indeks Potensi Lahan (IPL) adalah faktor lereng, faktor litologi (jenis batuan), faktor jenis tanah, faktor hidrologi, dan faktor pembatas/tingkat kerawanan bencana. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan. Setiap parameter tersebut diatas memiliki nilai harkatnya masing-masing, dimana semakin besar harkat maka semakin besar pula pengaruhnya untuk menciptakan nilai Indeks Potensi Lahan yang tinggi. Selain metode pengharkatan, metode tumpangsusun juga digunakan dalam kegiatan ini. untuk menghasilkan satuan pemetaan baru (peta potensi lahan). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Peta Indeks Potensi Lahan Kabupaten Purworejo skala 1: 600.000. Peta tersebut menyajikan 5 kelas potensi lahan yang terdiri atas kelas sangat tinggi (kelas I), kelas tinggi (kelas II), kelas sedang (kelas III), kelas rendah (kelas IV), dan kelas sangat rendah (kelas V). Potensi lahan sangat tinggi dengan persentase 1.52% dengan luas wilayah 15,79 km², potensi lahan tinggi dengan persentase 14.66% dengan luas wilayah 151,72 km, potensi lahan sedang dengan persentase 53.97% dengan luas wilayah 558,49 km², potensi lahan rendah dengan persentase 28.33% dengan luas wilayah 293,25km², dan potensi lahan sangat rendah dengan persentase 0.18% dengan luas wilayah 1,93%. Jadi luas lahan yang mendominasi adalah luas lahan sedang.
-
Kata Kunci : Sistem informasi geografi,indeks potensi lahan