Laporkan Masalah

Analisis Penyebab Keterlambatan Sebagai Lesson Learned pada Penyelesaian Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan di PT PLN (Persero)

Restu Muhammad Farid, Prof. Dr.Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc.(Eng)., IPU., APEC.Eng., QRGP.; Ir. Mukhammad Rizka Fahmi Amrozi, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM

2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Berdasarkan dokumen RUPTL 2021-2030 diketahui bahwa rencana pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia hingga tahun 2030 diproyeksikan sebesar 40.575 megawatt untuk pengembangan pembangkit, 76.662 megavolt ampere untuk pengembangan gardu induk serta 47.723 kilometer sirkuit untuk pengembangan jaringan transmisi. Pada pelaksanaannya, performa proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sering mengalami keterlambatan. Penelitian ini difokuskan pada proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Jawa Bagian Tengah yang dilaksanakan oleh Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT). Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemeringkatan faktor-faktor penyebab keterlambatan menggunakan pendekatan metode frequency, severity, dan importance index. Selanjutnya, dilakukan analisis korelasi dan perbedaan persepsi antar stakeholder (pemilik proyek, konsultan, dan kontraktor) terhadap faktor-faktor keterlambatan menggunakan metode Spearman’s Rank Correlation dan Kruskal-Wallis. Penelitian ini juga mengukur efektivitas strategi respons risiko, khususnya upaya pengendalian dan mitigasi yang telah diterapkan oleh UIP JBT dengan pendekatan Relative Importance Index. Data primer yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari hasil dua survei kuisioner, untuk kuisioner pertama yang dirancang untuk menilai persepsi responden terhadap penyebab keterlambatan, sedangkan untuk kuisioner kedua berisi tentang penilaian responden atas efektivitas respon risiko yang telah dilakukan. Sementara itu, data sekunder meliputi dokumen monitoring proyek serta profil risiko UIP JBT. Hasil dari analisis kuantitatif ini selanjutnya didiskusikan dalam  bentuk wawancara expert bersama para auditor proyek PT PLN (Persero), sebagai dasar perumusan strategi pengendalian dan mitigasi keterlambatan proyek yang lebih optimal. Hasil akhir penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi PLN dalam meningkatkan kinerja pelaksanaan proyek infrastruktur ketenagalistrikan di masa mendatang.

Based on the RUPTL (Electricity Supply Business Plan) 2021–2030, Indonesia's electricity infrastructure development plan through 2030 is projected to reach 40,575 megawatts (MW) for power plant development, 76,662 megavolt-amperes (MVA) for substation development, and 47,723 circuit-kilometers (ckm) for transmission network development. In practice, however, the performance of electricity infrastructure construction projects frequently experiences delays. This research focuses on electricity infrastructure development projects in the Central Java region carried out by the Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT). This study aims to rank the factors causing delays using the Frequency Index, Severity Index, and Importance Index. Subsequently, correlation analysis and analysis of perceptual differences among stakeholders (project owners, consultants, and contractors) regarding delay factors were conducted using Spearman's Rank Correlation and the Kruskal-Wallis test. This study also measures the effectiveness of risk response strategies, particularly the control and mitigation efforts implemented by UIP JBT, using the Relative Importance Index approach. The primary data used in this study were obtained from two questionnaire surveys: the first questionnaire was designed to assess respondents' perceptions of the causes of delays, while the second questionnaire contained respondents' assessments of the effectiveness of the risk responses that had been implemented. Meanwhile, secondary data include project monitoring documents and the risk profile of UIP JBT. The results of this quantitative analysis were further discussed through expert interviews with project auditors of PT PLN (Persero), serving as the basis for formulating more optimal project delay control and mitigation strategies. The final results of this study are expected to serve as a strategic reference for PLN in improving the performance of electricity infrastructure project implementation in the future.

Kata Kunci : Faktor Penyebab Keterlambatan, Respon Risiko, Pengendalian dan Mitigasi

  1. S2-2026-546053-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546053-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546053-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546053-title.pdf