Peran Strategi Pengurangan Risiko dalam Memediasi Kepuasan Terhadap Niat Pembelian Kembali Sayuran Segar Melalui E-Commerce di Daerah Istimewa Yogyakarta
Isna Vania Karepesina, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Pesatnya
pertumbuhan e-commerce di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan
potensi pasar yang signifikan bagi distribusi sayuran segar. Namun, sebagai
produk yang mudah rusak dan bersifat experience goods, sayuran segar
yang dibeli melalui e-commerce memiliki risiko pembelian yang relatif
tinggi, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang mendorong niat
pembelian kembali konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis
pengaruh kualitas produk, persepsi nilai, persepsi kegunaan, dan kualitas
layanan elektronik terhadap kepuasan konsumen; (2) menganalisis pengaruh
kepuasan konsumen terhadap niat pembelian kembali; (3) menganalisis peran
mediasi kepuasan konsumen; dan (4) menganalisis efek moderasi strategi
pengurangan risiko pada hubungan antara kepuasan konsumen dan niat pembelian
kembali. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 134
responden yang pernah membeli sayuran segar melalui e-commerce di DIY
dalam enam bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares
Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, persepsi kegunaan, dan kualitas
layanan elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
konsumen, sedangkan persepsi nilai tidak berpengaruh signifikan. Kepuasan
konsumen berpengaruh signifikan terhadap niat pembelian kembali. Kepuasan
konsumen secara signifikan memediasi pengaruh kualitas produk, persepsi
kegunaan, dan kualitas layanan elektronik terhadap niat pembelian kembali,
tetapi tidak memediasi pengaruh persepsi nilai. Strategi pengurangan risiko
tidak memoderasi secara signifikan hubungan antara kepuasan konsumen dan niat
pembelian kembali, yang menunjukkan bahwa kepuasan yang terbentuk dari
pengalaman pembelian sebelumnya lebih dominan dibandingkan pertimbangan
berbasis risiko dalam mendorong niat pembelian kembali.
The rapid
growth of e-commerce in the Special Region of Yogyakarta (DIY) presents
significant market potential for the distribution of fresh vegetables. However,
as perishable products and experience goods, fresh vegetables purchased through
e-commerce involve relatively high purchasing risks, highlighting the
importance of understanding the factors that drive consumers’ repurchase
intentions. This study aims to: (1) analyze the effects of product quality,
perceived value, perceived usefulness, and electronic service quality on
customer satisfaction; (2) analyze the effect of customer satisfaction on
repurchase intention; (3) analyze the mediating role of customer satisfaction;
and (4) analyze the moderating effect of risk reduction strategies on the relationship
between customer satisfaction and repurchase intention. This study employed a
survey method involving 134 respondents who had purchased fresh vegetables
through e-commerce in the Special Region of Yogyakarta within the previous six
months. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results indicate that product
quality, perceived usefulness, and electronic service quality have positive and
significant effects on customer satisfaction, whereas perceived value has no
significant effect. Customer satisfaction has a significant effect on
repurchase intention. Customer satisfaction significantly mediates the effects
of product quality, perceived usefulness, and electronic service quality on
repurchase intention, but does not mediate the effect of perceived value. Risk
reduction strategies do not significantly moderate the relationship between
customer satisfaction and repurchase intention, indicating that satisfaction
formed through previous purchasing experiences plays a more dominant role than
risk-based considerations in driving repurchase intention.
Kata Kunci : kepuasan konsumen, e-commerce, sayuran segar, niat pembelian kembali, strategi pengurangan risiko