Laporkan Masalah

Profil Pengobatan Penderita Epilepsi Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Intan Yuliasari, dr. Damodoro Nuradyo, Sp.S(K) ; dr. Ahmad Asmedi, Sp.S., M.Kes.

1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Masih banyak penderita epilepsi yang mendapatkan pengobatan tidak sesuai dengan jenis serangannya. Hal ini disebabkan karena pengobatan epilepsi tidak selalu mudah dilakukan dan karena jenis serangan epilepsi yang banyak, yang masing-masing memerlukan pendekatan tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum mengenai pengobatan epilepsi di RSUP. Dr. Sardjito meliputi jenis obat yang paling banyak dipakai, cara pemberian obat dan cara penghentian obat. Manfaat yang diperoleh, penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar, dapat membantu penelitian selanjutnya dan dapat diketahui apakah pengobatan epilepsi di RSUP. Dr. Sardjito sudah sesuai dengan standar pelayanan medik. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Data diambil dari catatan medis RSUP. Dr. Sardjito sejak tanggal 1 Januari 1997 sampai dengan 31 Desember 1997. Hasil yang didapatkan jenis obat yang paling banyak dipakai adalah kombinasi fenobarbital dengan fenitoin yaitu 49, 8%, sedangkan untuk obat tunggal paling banyak dipakai adalah fenitoin yaitu 21,9%. Cara pemberian obat secara politerapi 63,6%, secara monoterapi 36,4%. Kombinasi terapi yang paling banyak adalah kombinasi dua obat yaitu 54,8%. Cara penghentian obat secara tappering 9,8%, masih melanjutkan obat 35%, tidak ada keterangan 55,5%. Jenis serangan terbanyak general yaitu 24%, paling sedikit fokal yaitu 0,4%. Umur yang sering menderita epilepsi antara 15-49 tahun yaitu 86,2%. Penderita epilepsi terbanyak adalah laki-laki yaitu 54,8%.

-

Kata Kunci : epilepsi, pengobatan

  1. S1-FKU-1999-IntanYuliasari-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1999-IntanYuliasari-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1999-IntanYuliasari-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1999-IntanYuliasari-title.pdf