Laporkan Masalah

PENENTU EKONOMI BIRU MELALUI SEKTOR PERIKANAN DI NEGARA ASEAN-10: BUKTI DARI PENDEKATAN METHOD OF MOMENTS QUANTILE REGRESSION

Siti Fauziyyah Dwi Astuti, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Ekonomi biru merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 Life Below Water, namun implementasinya di negara ASEAN-10 masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Penelitian ini menganalisis pengaruh pembentukan modal tetap bruto, keterbukaan perdagangan, perkembangan keuangan, kualitas kelembagaan, teknologi informasi dan komunikasi, serta emisi karbon terhadap ekonomi biru menggunakan data panel 10 negara ASEAN periode 2010–2023 dengan Method of Moments Quantile Regression (MMQR). Ekonomi biru diproksikan melalui total produksi perikanan. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pembentukan modal tetap bruto, perkembangan keuangan, dan teknologi informasi dan komunikasi berpengaruh positif signifikan terhadap produksi perikanan di seluruh kuantil, sementara keterbukaan perdagangan dan emisi karbon berpengaruh negatif signifikan. Kualitas kelembagaan hanya berpengaruh positif signifikan pada kuantil rendah hingga menengah, namun kehilangan signifikansi pada kuantil tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh faktor-faktor penentu ekonomi biru bersifat heterogen dan sangat bergantung pada tingkat kapasitas produksi perikanan masing-masing negara.

Blue economy is a key pillar supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 14 Life Below Water, yet its implementation in the ASEAN-10 region still faces various structural challenges. This study analyses the effect of gross fixed capital formation, trade openness, financial development, institutional quality, information and communication technology, and carbon emissions on the blue economy using panel data from 10 ASEAN countries over the 2010–2023 period with the Method of Moments Quantile Regression (MMQR) approach. The blue economy is proxied by total fisheries production. The estimation results show that gross fixed capital formation, financial development, and ICT have a significant positive effect on fisheries production across all quantiles, while trade openness and carbon emissions have a significant negative effect. Institutional quality is only significantly positive at the low to middle quantiles, losing significance at higher quantiles. These findings confirm that the influence of blue economy determinants is heterogeneous and highly dependent on each country's level of fisheries production capacity.

Kata Kunci : Ekonomi Biru, Produksi Perikanan, ASEAN-10, MMQR

  1. S2-2026-547410-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547410-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547410-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547410-title.pdf