Pengaruh Biaya Lingkungan terhadap Pengungkapan Sustainable Development Goals pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia (2021-2025)
Dede Nurisma Salsabila, Fu'ad Rakhman, S.E., M.Sc,m Ph.D., CA.,
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Penelitian ini menguji pengaruh biaya lingkungan terhadap pengungkapan Sustainable Development Goals (SDGs) pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Biaya lingkungan dianalisis baik secara agregat maupun dengan mendekomposisinya menjadi empat komponen fungsional berdasarkan klasifikasi Hansen dan Mowen, yaitu biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal. Penelitian ini menggunakan regresi data panel terhadap 27 perusahaan dengan 135 observasi tahun-perusahaan. Model agregat diestimasi menggunakan Fixed Effect Model dan model komponen menggunakan Random Effect Model, keduanya disertai clustered robust standard errors, dengan pengujian hipotesis pada tingkat signifikansi 1%, 5%, dan 10%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya lingkungan secara agregat tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan SDGs. Namun, keempat komponennya berpengaruh signifikan dengan arah yang berlawanan, yaitu biaya pencegahan dan biaya kegagalan eksternal berpengaruh positif, sedangkan biaya deteksi dan biaya kegagalan internal berpengaruh negatif. Arah pengaruh yang berlawanan tersebut saling meniadakan ketika diagregasi, sehingga menjelaskan tidak signifikannya total biaya lingkungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan SDGs ditentukan oleh visibilitas aktivitas lingkungan di mata pemangku kepentingan serta sifat informasi yang dihasilkannya, bukan oleh besarnya total biaya lingkungan. Perusahaan cenderung mengungkapkan aktivitas yang terlihat publik atau yang merepresentasikan capaian sebagai strategi membangun dan memulihkan legitimasi, sementara menahan komponen biaya yang berkaitan dengan proses kepatuhan dan perbaikan internal.
This study examines the effect of environmental costs on the disclosure of the Sustainable Development Goals (SDGs) in the food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021–2025. Environmental costs were analyzed both in aggregate and by decomposing them into four functional components based on the classification of Hansen and Mowen, namely prevention cost, detection cost, internal failure cost, and external failure cost. This study employed panel data regression on 27 companies with 135 firm-year observations. The aggregate model was estimated using the Fixed Effect Model and the component model using the Random Effect Model, both with clustered robust standard errors, and the hypotheses were tested at the 1%, 5%, and 10% significance levels.
The results show that aggregate environmental costs has no significant effect on SDGs disclosure. However, all four components have significant effects with opposing directions, in which prevention cost and external failure cost have positive effects, while detection cost and internal failure cost have negative effects. These opposing directions offset one another when aggregated, thereby explaining the insignificance of total environmental cost. The findings indicate that SDGs disclosure is determined by the visibility of environmental activities to stakeholders and the nature of the resulting information, rather than by the magnitude of total environmental costs. Companies tend to disclose activities that are publicly visible or that represent achievements as a strategy for building and repairing legitimacy, while withholding cost components associated with internal compliance and improvement processes.
Kata Kunci : Environmental Costs, SDGs Disclosure, Legitimacy Theory, Stakeholder Theory