Eksplorasi Lanskap Suara Ruang Pertunjukan Yogyakarta Royal Orchestra dan Implikasi Pertunjukan terhadap Ekonomi Lokal
Dorothea Eudora Sadana, Dr.Geog. Dodi Widiyanto, S.Si., M.Reg.Dev
2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) merupakan orkestra yang berada di bawah naungan Kawedanan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan telah menyelenggarakan pertunjukan di berbagai tempat, seperti Hutan Pinus Sari Mangunan, Panggung Terbuka Nglanggeran, dan Tebing Breksi Prambanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lanskap suara dalam membentuk karakter ruang pertunjukan, menganalisis implikasi pertunjukan terhadap pengembangan ekonomi lokal dan terhadap pemberdayaan musisi lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan skema pertanyaan semi terstruktur terhadap lima belas (15) narasumber yang terdiri atas penyelenggara, pengelola tempat, pemerintah kalurahan, pelaku UMKM, dan musisi yang terlibat. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan data dari ketiga tempat secara agregat untuk membangun argumen yang lebih utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap suara di masing-masing tempat membentuk karakter akustik yang unik dan secara tidak langsung memengaruhi perlakuan teknis produksi. Dari sisi ekonomi lokal, pertunjukan YRO memberikan dampak yang nyata tetapi terbatas pada skala insidental dan sebagai akselerator visibilitas destinasi. Dari sisi pemberdayaan musisi, pertunjukan YRO di ruang terbuka ini berkontribusi pada produktivitas kreatif dan perluasan jejaring, tetapi tidak berperan sebagai wadah pembinaan teknis karena posisi YRO sebagai produk akhir dalam ekosistem musik DIY.
Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) is an orchestra under the patronage of Kawedanan Kridhamardawa of the Ngayogyakarta Hadiningrat Sultanate, which has staged performances in rural open-air venues, including Hutan Pinus Sari Mangunan, Panggung Terbuka Nglanggeran, and Tebing Breksi Prambanan. This study aims to analyze the role of soundscape in shaping the spatial character of performances, to examine the implications of YRO performances for local economic development, and to assess their impact on the empowerment of local musicians in the Special Region of Yogyakarta. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews through semi-structured questions for fifteen (15) key informants comprising event organizers, venue managers, village officials, local business actors, and musicians. Analysis was conducted thematically, using data from all three venues in an aggregated manner to construct a coherent argument. The findings indicate that the soundscape at each location produces a distinct acoustic character that indirectly shapes technical production decisions and inspires the creation of new repertoire. In terms of local economic impact, YRO performances generate tangible but incidental effects, functioning more as a visibility accelerator for tourist destinations than as a catalyst for local economic development. Regarding musician empowerment, YRO open-air performances contribute to creative productivity and network expansion particularly for semi-professional musicians, yet do not serve as a technical development platform as YRO occupies a final stage in the DIY music ecosystem.
Kata Kunci : Yogyakarta Royal Orchestra, lanskap suara, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan musisi, pertunjukan ruang terbuka.