Hubungan Antara Coping Flexibility dan Stres Pada Remaja Panti Asuhan Bina Putra Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Laisa Kurnia Dewi, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes; Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Remaja panti asuhan merupakan kelompok remaja yang rentan mengalami stres akibat berbagai tuntutan dan perubahan dalam kehidupan. Salah satu faktor yang diduga dapat membantu individu dalam menghadapi situasi yang menimbulkan stres adalah coping flexibility. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana hubungan antara coping flexibility dengan stres pada remaja panti asuhan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara coping flexibility dan stres pada remaja panti asuhan Bina Putra Bantul.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian melibatkan remaja panti asuhan dengan total responden yang menjadi sampel sebanyak 69 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Coping Flexibility Scale dan Perceived Stress Scale 10 (PSS-10). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data berdistribusi tidak normal.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,224 dengan nilai signifikansi p-value = 0,064 (>0,05), sehingga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara coping flexibility dan stres pada remaja panti asuhan.
Kesimpulan: Coping flexibility terbukti tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada remaja panti asuhan. Stres pada remaja dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: coping flexibility, panti asuhan, remaja, stres.
Background: Adolescents living in orphanages are considered vulnerable to stress due to various life demands and changes. One factor assumed to help individuals deal with stressful situations is coping flexibility. Therefore, it is important to determine the relationship between coping flexibility and stress among adolescents living in orphanages.
Objective: To determine the relationship between coping flexibility and stress among adolescents living at Bina Putra orphanages.
Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The study involved adolescents living in orphanages, with a total sample of 69 respondents selected using purposive sampling technique. The research instruments used were the Coping Flexibility Scale and the Perceived Stress Scale 10 (PSS-10). Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman Rank correlation test because the data were not normally distributed.
Results: The results showed a correlation coefficient value of 0.224 with a significance value of p-value = 0.064 (>0.05), indicating that there was no significant relationship between coping flexibility and stress among adolescents living in orphanages.
Conclusion: Coping flexibility was not proven to have a significant relationship with stress levels among adolescents living in orphanages. Stress levels in adolescents may be influenced by other factors not examined in this study.
Keywords: adolescent, coping flexibility, orphanage, stress.
Kata Kunci : coping flexibility, panti asuhan, remaja, stres.