Hubungan antara Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta
Triannisa Maulidya, Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D. ; Sinta Khrisnamurti, S.Kep., Ns., M.Kep.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin. Pencegahan anemia dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga, namun hasil penelitian mengenai hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan perilaku pencegahan anemia menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil serta hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 72 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan tentang anemia, sikap tentang pencegahan anemia, dukungan keluarga ibu hamil dalam pencegahan anemia, serta perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji alternatif Fisher Exact Test.
Hasil: Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87,5%. Responden yang memiliki sikap positif sebanyak 81,9%. Responden dalam kategori dukungan keluarga yang tidak mendukung sebanyak 52,8%. Responden yang memiliki perilaku pencegahan anemia yang baik sebanyak 62,5%. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil (p=1,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil (p=0,013). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil (p=0,021).
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil, sedangkan sikap dan dukungan keluarga berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia. Perlu adanya program edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap positif serta keterlibatan keluarga dalam mendukung perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain quasi experimental untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut.
Background: Anemia during pregnancy remains a public health problem because it increases the risk of complications for both the mother and the fetus. Anemia prevention behavior is influenced by several factors, including knowledge, attitudes, and family support. However, previous studies have reported inconsistent findings regarding the relationships between these factors and anemia prevention behavior. Therefore, this study was conducted to analyze the relationships between knowledge, attitudes, family support, and anemia prevention behavior among pregnant women.
Objective: To describe the levels of knowledge, attitudes, family support, and anemia prevention behavior among pregnant women and to analyze the relationships between knowledge, attitudes, family support, and anemia prevention behavior among pregnant women at Tegalrejo Health Center, Yogyakarta City.
Method: Quantitative research employed a cross-sectional design. A total of 72 pregnant women were recruited using consecutive sampling approach. Data were collected using a valid and reliable questionnaire. The questionnaire used was a questionnaire on the level of knowledge about anemia, attitudes about preventing anemia, support from families of pregnant women in preventing anemia, and behavior in preventing anemia in pregnant women. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square test and the Fisher Exact Test.
Result: 87,5% of respondents had a good level of knowledge, 81,9% had a positive attitude, and 52,8% of respondents had unsupportive family support. 62,5% of respondents had a good anemia prevention behavior. There was no significant association between knowledge and anemia prevention behavior (p = 1,000). Significant associations were found between attitude and anemia prevention behavior (p = 0,013) and between family support and anemia prevention behavior (p = 0,021).
Conclusion: Knowledge was not significantly associated with anemia prevention behavior among pregnant women, whereas attitude and family support were significantly associated with anemia prevention behavior. There is a need for an education programs for anemia prevention in pregnant women focus not only on increasing knowledge but also on developing positive attitudes and family involvement in supporting anemia-preventive behaviors. Future research could use a quasi-experimental design to evaluate the effectiveness of such programs.
Kata Kunci : Anemia, ibu hamil, tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, perilaku pencegahan