Laporkan Masalah

Pemulihan peran subjek dalam Hermeneutika Hans-Georg Gadamer

HAMBALI, R. Yuli A, Dr. P. Hardono Hadi

2005 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Peryataan Descartes yang menegaskan bahwa rasio adalah satu-satunya tolok ukur bagi lahirnya kebenaran dan pengetahuan ternyata memunculkan sejumlah persoalan serius di sekitar sumber pengetahuan. Sebab, ini mengandaikan filsafat hendak merumuskan suatu fondasi. Dalam perspektif fondasional, diyakini bahwa segala pengetahuan membutuhkan suatu disiplin keras yang dapat mengecek dan mendasari klaim-klaimnya tentang kebenaran. Disiplin ini adalah epistemologi. Suatu ilmu baru memiliki derajat validitas yang terhormat bila penemuan-penemuannya dapat memenuhi pengujian epistemologis. Sisi lain yang muncul dari tradisi epistemologi adalah penafsiran tentang pemahaman pengetahuan. Di sini, pengetahuan dilihat sebagai representasi realitas yang betul-betul independen terhadap manusia. Pada titik ini, persoalannya terasa jadi lebih mendasar, karena ini menyangkut soal hakikat dan posisi manusia selaku subjek dalam dunia. Hermeneutika Gadamer memiliki pandangan berbeda tentang ini. Dengan melanjutkan tradisi pemikiran Heidegger, Gadamer memandang hermeneutika sebagai ciri khas keberadaan manusia. Untuk mengerti atau memahami maupun menafsirkan teks bukanlah melulu berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tetapi secara amat jelas merupakan bagian dari totalitas pengalaman manusia berada di dunianya (being in the world). Berbeda dengan apa yang telah diupayakan oleh Scheilmacher dan Dilthey, Gadamer berupaya menggeser bidang penelitian hermeneutika dari wilayah teori pengetahuan atau epistemologi ke ontologi, yaitu cara manusia memaknai dan melibati pengalaman keberadaannya di dunia. Pengalamanpengalaman manusia saat bersentuhan dengan persoalan-persoalan filosofis, seniestetika, dan sejarah menjadi model-model pengalaman yang selalu dilibati manusia dimana kebenaran yang dikomunikasikan tidak bisa diverifikasi dengan sarana-sarana metodis ilmu pengetahuan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode historis, sedangkan tekhnik yang digunakan adalah interpretasi atas sejumlah naskah terutama dari Truth and Method (1975). Setelah data terkumpul dilakukan editing data yang diikuti oleh analisis

Descartes’s statement that ratio is the only parameter of the birth of truth and knowledge eventually attracts serious questions concerning sources of knowledge since the statement implies the possibility of philosophy to found a certain base of understanding. In this foundational perspective, it is inevitable that any science needs a hard discipline to verify and to give foundation to its claims of truth-values; the discipline is epistemology. One particular science will only gain a respectful validity if its findings meet the requirements by epistemology. On the other hand, from this tradition also emerges a new understanding on knowledge that knowledge is claimed to be a reality understanding, which is completely independent from human interference. From this point of departure, the question will be more elementary as it also includes the human position as subject in universe. Gadamer’s hermeneutics has a different view about this matter. Based on the tradition of Heidegger’s hermeneutics, Gadamer defines hermeneutics as the characteristics of human existence. To understand and to interpret text is not solely a matter of knowledge system, but evidently as human direct experience in being-in-the world. Compared to what has been pioneered by Schleiermacher and Dilthey, Gadamer is rather to move hermeneutics from the theoretical realm or epistemology to ontology; it is how human interpret and be attached to the experience of his being in the world. Human’s experiences in getting touch with philosophical, aesthetical and historical problems are models unable to be verbalized through scientific methods. This is the very reason why Gadamer shifts hermeneutics to be much more ontological questions. The research is conducted as a library research using historical method and interpretation method as its main technique to explain some textual-resources, especially from Gadamer’s Truth and Method. After the all data have been assessed, the next step is verification and analysis them

Kata Kunci : Filsafat Pengetahuan,Hermeneutika Hans,Georg Gadamer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.