Laporkan Masalah

Dimensi estetika Kesenian Tradisional Lengger Banyumasan :: Kajian Teori Susanne K. Langer

SOEWARNO, Prof.Dr. H. Lasiyo, MA.,MM

2005 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Penelitian mengenai dimensi estetika kesenian tradisional Lengger Banyumasan sebuah kajian lapangan dan kepustakaan. Tujuan penelitian inventarisasi dengan berusaha merumuskan konsepsi-konsepsi yang termuat dalam hidup dengan segala fenomena-fenomenanya. Sistematisasi hubungan makna estetika yang terkandung di dalamnya. Pemahaman baru yang diperoleh dari hasil analisa makna estetika kesenian tradisional Lengger Banyumasan dengan teori Susanne K. Langer dan komparasi dengan pendapat filsuf lainnya. Metode penelitian yang digunakan interpretasi; data kebudayaan dan fenomena-fenomenanya dibaca konsepsi filosofis, mengenai hakikat manusia, dunia dan Tuhan yang menjiwai kesenian tradisional. Holistika pikiran konsepsi filosofis kesenian tradisional Lengger Banyumasan. Kesinambungan historis yang dapat ditemukan dalam pandangan hidup yang mendasari kesenian tradisional Lengger Banyumasan. Deskriptif tentang pandangan hidup yang disajikan secara abstrak dapat dirasakan seluruh kondisi konkret yang terkandung di dalamnya. Kesenian tradisional Lengger Banyumasan dianggap sebagai salah satu ciri khas kebudayaan di daerah Banyumas. Estetika tidak dapat terlepas dari suatu karya seni, kesenian tradisional Lengger Banyumasan merupakan sebuah karya seni. Menurut pandangan filsuf Amerika yang bernama Susanne K. Langer menyatakan bahwa seni pada hakikatnya adalah ekspresi dari suatu bentuk konkret dari kreasi manusia. Pertunjukkan seni tradisional Lengger Banyumasan erat kaitannya dengan religi dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Bersama perkembangan zaman fungsi pertunjukkan seni tradisional Lengger Banyumasan yang sebelumnya merupakan pelengkap acara ritual, bersama ditinggalkannya ritual tersebut fungsinya bergeser sebagai hiburan. Lengger Banyumasan yang terdiri dari seni tari dan musik Calung merupakan satu kesatuan. Menurut teori yang dikemukakan Susanne K. Langer simbol seni merupakan citra absolut, secara harafiah tak terlukiskan, emosi, vitalitas, gejolak hidup yang dirasakan dalam kapasitas batiniah.

The research about aesthetic dimention Lengger Banyumasan, which traditional art to aim inventarisation tried to make formulation concepts in life and their phenomena. Systematisation related aesthetic sense of Lengger Banyumasan. Analysis of aesthetic sense could be corelated by Susanne K. Langer teory and compareted with another phylosopher to make new significant form. The methode of the research used interpretation; both of phylosophy consepts and the real phenomena were relation with human, world and God, spirit of traditional art. Absolute ideas of phylosophy consepts Lengger Banyumasan. Linked of history based on consepts of life traditional art of Lengger Banyumasan. Abstraction way of life and concreted condition of traditional art. Lengger Banyumasan was trade mark of Banyumas culture. Aesthetic attitude, which was supported to be get the art experience of suitable object. According Susanne K. Langer art was expression of the human creation. Exibition of Lengger Banyumasan was fuction in rite, progress of society was lead rite, Lengger Banyumasan changed to be come intertaintmen Traditional art of Lengger Banyumasan consist of dance and music were unity. Statemen Susanne K. Langer the art symbol was absolut sense unilustration , emotion, vitality and fluctuation of life in abstraction.

Kata Kunci : Estetika,Kesenian Tradisional,Lengger Banyumasan, Traditional art of Lengger, aesthetic, teory of Langer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.