Laporkan Masalah

Eksplorasi School Belonging pada Siswa SMPIT melalui Youth Participatory Action Research

Faradina Aisya Febianti, Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog

2026 | Tesis | S2 Psikologi

School belonging merupakan aspek yang penting untuk dimiliki demi terwujudnya kesejahteraan psikologis dan perkembangan akademik siswa. Sekolah berbasis nilai Islam seperti SMP Islam Terpadu, terutama yang dilengkapi fasilitas pesantren menjadi latar yang unik karena dilengkapi dengan tantangan yang berbeda dengan sekolah umum. Melalui Youth Participatory Action Research (YPAR), penelitian ini melibatkan empat peneliti muda dan tujuh anggota diskusi untuk mengeksplorasi perspektif mereka terkait school belonging serta menemukan strategi untuk meningkatkannya. Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion (FGD) dan metode gambar yang memungkinkan siswa mengekspresikan pengalaman dan pemikiran mereka secara mendalam. Melalui analisis tematik, penelitian ini menghasilkan enam tema yakni: (1) batasan dalam pertemanan agar merasa nyaman, (2) relasi yang hangat dan tegas dengan guru dan musyrif, (3) orang tua sebagai sumber dukungan emosional, spiritual, dan praktis, (4) kebijakan sekolah yang menciptakan rasa aman dan keadilan, (5) pihak sekolah yang responsif terhadap kebutuhan siswa, (6) kebebasan untuk menjadi diri sendiri di sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa psychological safety melengkapi dimensi-dimensi school belonging yang selama ini umum dikenal, yaitu inclusion, respect, connection, dan acceptance. Sistem ranger muncul sebagai upaya yang diinisiasi oleh siswa untuk memperkuat school belonging di lingkungan sekolah. Temuan ini juga menegaskan pentingnya legitimasi, modeling, dan dukungan ekologis yang konsisten dalam menumbuhkan school belonging siswa.

School belonging is an essential aspect for ensuring students' psychological well-being and academic development. Islamic-based schools such as SMP Islam Terpadu, especially those with boarding school facilities, provide a unique setting with challenges different from those in regular schools. Through Youth Participatory Action Research (YPAR), this study involved four young researchers and seven FGD participants to explore their perspectives on school belonging and identify strategies to enhance it. Data were collected through focus group discussions (FGD) and a drawing method that enabled students to express their experiences and thought. Thematic analysis yielded six themes: (1) boundaries in friendships for a sense of comfort, (2) warm and firm relationships with teachers and musyrif, (3) parents as sources of emotional, spiritual, and practical support, (4) school policies that foster safety and fairness, (5) school responsiveness to students’ needs, (6) freedom to be oneself at school. The findings suggest that psychological safety complements the commonly recognized dimensions of school belonging, namely inclusion, respect, connection, and acceptance. The Ranger system emerged as a student-initiated effort to promote school belonging within the school environment. These findings also underscore the importance of legitimacy, role modeling, and consistent ecological support in fostering students' sense of school belonging.

Kata Kunci : school belonging, YPAR, whole school approach, siswa, SMPIT, pesantren

  1. S2-2026-525249-abstract.pdf  
  2. S2-2026-525249-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-525249-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-525249-title.pdf