Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Terhadap Budaya K3 Pada Pembangunan Proyek Ibukota Nusantara di Departemen Gedung PT A

Indra Nafian Brahmantoro, Prof. Dr. Ari Hernawan., S.H., M.Hum.,

2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) terhadap Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Gedung Departemen PT A di Ibu Kota Nusantara (IKN), mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021. Penelitian menggunakan desain survei cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 47 responden dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas pekerja lapangan, pengawas, dan manajer proyek. 

Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi SMKK: Keselamatan Keteknikan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keselamatan Publik, dan Keselamatan Lingkungan telah terimplementasi pada kategori Baik dengan capaian masing-masing 76,06%, 75,87%, 75,40%, dan 76,77%, sementara Budaya K3 mencapai 78,22%. Analisis regresi berganda menghasilkan R = 0,952 dan Adjusted R² = 0,897 (F = 101,439; p < 0>

This study aims to analyze the influence of the implementation of the Construction Safety Management System (CSMS) on the Occupational Safety and Health (OSH) culture in the construction project of Department PT A Building in the New Capital City of Nusantara (IKN), referring to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 10 of 2021. The study employed a cross-sectional survey design with a quantitative approach. A total of 47 respondents were selected through purposive sampling, consisting of field workers, supervisors, and project managers. 

Data were collected using structured questionnaires, interviews, and field observations, then analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The results showed that the four dimensions of CSMS: Engineering Safety, Occupational Safety and Health, Public Safety, and Environmental Safety have been implemented in the Good category with achievement rates of 76.06%, 75.87%, 75.40%, and 76.77%, respectively, while the OSH culture reached 78.22%. Multiple regression analysis yielded R = 0.952 and Adjusted R² = 0.897 (F = 101.439; p < 0>

Kata Kunci : Keselamatan Konstruksi, Budaya K3, Permen PUPR No.10/2021, Ibukota Nusantara, Optimalisasi Keselamatan Konstruksi

  1. S2-2026-529431-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529431-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529431-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529431-title.pdf