Sistem Informasi Desa Dan Transformasi Sosial: Analisis Strukturasi terhadap Pengembangan Sisitem Informasi Desa di Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul
Fadjarini Sulistyowati, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph. D: Dr. Muhamad Sulhan, S.IP., M.Si.
2026 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh amanat Undang-undang Desa No.6 Tahun 2014 yang mewajibkan pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan publik dan pembangunan desa. Dalam implementasinya secara nasional masih menghadapi tantangan besar berupa hambatan struktural (regulasi tumpang tindih) dan kultural (kesenjangan digital). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi pengembangan SID dalam mendorong transformasi sosial serta mendapatkan desain pengembangan melalui sinergitas antara perangkat desa, organisasi sosial dan masyarakatdi Kalurahan Panggungharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-kritis. Pemilihan lokasi Kalurahan Panggungharjo dilatarbelakangi adanya inisiasi Kalurahan Panggungharjo secara mandiri untuk mengembangkan SID dengan membentuk lembaga pengelola yang merupakan lembaga baru di kalurahan. Teori Strukturasi Antony Giddens digunakan untuk menganalisis dualitas antara agen dan struktur dalam praktik sosial pengembangan SID. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan SID Kalurahan Panggungharjo di awal mengalami kegagalan namun dengan strategi pengembangan yang melibatkan sinergitas stakeholders maka SID Kalurahan Panggungharjo dapat berkembang mandiri. kunci Keberhasilannya terleyak pada kepemimpinan lurah inovatif dan pembentukan lembaga desa PSID yang diisi orang-orang profesional. Pengembangan SID di Kalurahan Panggungharjo mencakup tiga dimensi yakni: 1) Transformasi birokrasi yang mengubah pola relasi antara perangkat kalurahan dan warga dari hirarkis menjadi partisipatif serta adanya pendirian beberapa lembaga desa baru; 2) Transformasi data, menjadikan data sebagai unsur penting dalam perencanaan pembangungan desa; 3) Transformasi pelayanan, mewujudkan pelayanan publik yang transparan efektif dan efisien. Dari hasil penelitian didapatkan pengembangan SID yang diharapkan berkelanjutan melalui sinergitas pemangku kepentingan (stakeholders) yang menggabungkan peran formal (regulasi, SOP, kelembagaan) dengan peran informal yang berakar pada kepercayaan masyarakat dan jejaring komunitas.
The research ismotivated by the mandate of Village Law No.6 of 2014, which requires the development of a village information system (SID) to improve the quality of governance public services and village development. In its national implementation it still faces major challenges in the form of structural obstacles (overlapping regulations) and cultural (digital divide). The purpose of this study is to analyze the SID development strategy in promoting social transformation and to obtain a development design through synergy among the apparatus community, social organization and community in Panggungharjo village. The study uses a critical descriptivequalitatif approach. Panggungharjo village was selected as the research site due to its independent initiative to develop SID by establishing a management institution which a new institution. Antony Giddens"s Structuration Theory to analyze the duality between agents and structures in social practice of SID development. The results show that while the initial development of the Panggungharjo Village failed the adoption of a strategy fostering stakeholders synergy enabled the system to develop independently. The key to its success lies in the innovative leadership of the village head and the establishment of a PSID villlage institution filled with professional people. The development of SID in Panggungharjo Village encourages social transformation that includes thress dimensions namely: 1) Bureaucratic transformation, changing the pattern of relations between village officials and residents from hierarchical to participatory and making changes to village bureaucracy by establishing several new village institutions; 2) Data transformation, making adat an important element in villlage development planning and; 3) Service transformation, realizing transparent, efefctive and efficient public services. From the reasearch results, a design for developing SID was obtained which is expected to be sustainable and realized through stakeholder synergy, combining formal roles (regulations, SOP, Institutions) with informal rules rooted in trust and community networks
Kata Kunci : Sistem Informasi Desa, Pengembangan, Teori Strukturasi, Transformasi sosial