The Impacts of modernization on traditional life :: A STudy on Cooper's The Prairie and Ahmad Tohari's Bekisar Merah
SUPARMAN, Prof.Dr. C. Soebakdi Soemanto, SU
2005 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaPenelitian sastra banding ini terutama untuk mengungkap dampak modernisasi terhadap kehidupan tradisional yang meliputi pertama, dampak modernisasi terhadap kehidupan ekonomi dan sosial dalam The Prairie, dan yang kedua, dampak modernisasi terhadap kehidupan ekonomi dan sosial dalam Bekisar Merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisipliner, yang meliputi pendekatan ekonomi, sejarah, budaya dan ekologi disamping pendekatan mimetic. Analisis menunjukkan bahwa modernisasi tidak saja membawa dampak positif, tetapi juga dampak negative yang justeru lebih kuat. Dampak negatif meliputi monopoli, konflik manusia dan budaya, ketidakseimbangan ekologi, kemiskinan, ketidakharmonisan, ketidakadilan sosial penikahan campur, keserakahan, penculikan, ketidakpatuhan pada hukum, kehidupan materialistik, perzinaan, perceraian, pudarnya nilai-nilai agama, putus sekolah, dan ketidakmerataan populasi. Dampak positif meliputi kemandirian, adaptasi, berfkir rasional, dan efisiensi. Masalah-masalah yang muncul dalam kedua novel itu merefleksikan konflik batin kedua pengarang. Cooper mempertanyakan ide-ide yang dibawa oleh para immigrants ke tanah Indian, sedangkan Ahmad Tohari menyangsikan ide-ide diberlakukannya program listrik masuk desa di Karangsoga. Modernisasi hanya akan dinikmati oleh orang-orang kelas atas. Itu tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat traditional. Orang-orang Indian justeru banyak kehilangan keuntungan setelah kedatangan para immigrants. Begitu juga, para penyadap tidak bisa menikmati listrik, bahkan listrik itu menyebabkan kesengsaraan dan kemiskinan. Modernisasi adalah sebuah proses global dan universal. Munculnya modernisasi di dua tempat yang jauh dan berbeda, dan dalam rentangan waktu yang lama justeru itu menunjukkan keutuhan dan keuniversalan modernisasi. Modernisasi bisa saja muncul berulang-ulang dalam berbagai tempat dan waktu yang berbeda tanpa saling mempengaruhi.
This comparative literary research is primarily aimed at revealing the impacts of modernization on the traditional life involving first, the impacts of modernization on economical and social life in The Prairie, and second, the impacts of modernization on economical and social life in Bekisar Merah. The study uses interdisciplinary approach, which involves an economical, historical, cultural, and ecological approaches, besides mimetic approach. The analysis shows that modernization does not only cause positive impacts but also negative one, which are stronger. The bad impacts include monopoly, human and cultural conflict, imbalanced ecology, poverty, disharmony, social injustice of mixed marriage, greediness, kidnapping, law breaking, materialistic life, adultery, divorce, less religiousity, drop outs; and migration. The positive impacts include independence, adaptation, rationality, and efficiency. The problems appear in the two novels reflect the inner conflict of the authors. Cooper questions the ideas brought by immigrants on the Indian land, while Ahmad Tohari questions the idea of the coming of the electricity set in Karangsoga village. Modernization can only be enjoyed by the upper class of the society. It cannot meet the necessity of the traditional people. The Indians loose some benefits because of the settlement of the immigrants in their land. Similarly, the tappers cannot enjoy the electricity, even more, it caused misery and poverty. Modernization is a universal and global process. The appearance of it—in two far different places and in long different times exactly shows the unity of modernization. It may appear repeatedly in some different places and time without influencing each other.
Kata Kunci : Novel Cooper dan Ahmad Tohari,Modernisasi,Orang Indian dan Penderes, modern, traditional, electricity, Indians, tappers, impacts