Kesesuaian lahan untuk lokasi industri dengan memanfaatkan penginderaan jauh dan sistem informasi geografi di kota Cilacap
Ria Nurhayati, Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
2003 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPenelitian ini bertujuan mengetahui kegunaan penginderaan jauh dan sistem informasi geografi (SIG) dalam menyadap informasi fisik lahan yang digunakan untuk penentuan lokasi yang sesuai untuk industri. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah foto udara pankromatik berwarna skala 1: 20.000 tahun 1999. Daerah penelitian terdapat di Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan masukan informasi bagi para pembuat kebijaksanaan dan para pengambil keputusan dalam merumuskan arah pelaksanaan kegiatan pembangunan industri yang berwawasan lingkungan Metode analisis yang digunakan untuk menilai tingkat kesesuaian lahan untuk lokasi industri yaitu dengan pengharkatan (scoring) terhadap parameter fisik lahan dengan mempertimbangkan faktor pembobotnya. Komponen lahan yang dipergunakan dalam menentukan lokasi untuk industri yang dapat disadap dari foto udara adalah bentuklahan, penggunaan lahan, dan jalan. Data yang diperoleh langsung dari lapangan adalah kedalaman muka air tanah, daya dukung tanah. Data sekunder yang digunakan antara lain tekstur tanah, drainase permukaan, lama penggenangan terhadap banjir, kemiringan lereng, jarak terhadap pelabuhan, jarak terhadap sentral telepon otomatis, dan jarak terhadap gardu listrik. Semua komponen lahan didigitasi, setelah itu diberi harkat dan bobot, kemudian ditumpang susun menjadi satu. Proses selanjutnya adalah melakukan pengkelasan kesesuaian lahan untuk lokasi industri berdasarkan skor total. Berdasarkan hasil penilaian kesesuain lahan untuk lokasi industri di daerah penelitian diperoleh lima kelas kesesuaian lahan yaitu 1) sangat sesuai (S1) dengan luas 141, 37 Ha (3,05%) merupakan lahan mempunyai pembatas ringan untuk lokasi industri, 2) kelas cukup sesuai (S2) lahan memiliki pembatas sedang bila dimanfaatkan untuk lokasi industri dengan luas 2974,43 Ha (64,26 %), 3) kelas sesuai marginal (S3) dimana lahan mempunyai pembatas berat apabila digunakan untuk lokasi industri dengan luas 1471,73 Ha (31,80 %), 4) kelas tidak sesuai pada saat ini (N1) memiliki pembatas dengan tingkat sangat berat apabila digunakan untuk lokasi industri, tetapi masih memungkinkan, untuk diatasi, hanya saja tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahuan saat ini dengan biaya yang rasional dimana luasnya adalah 31,82 Ha (0,69%), dan 5) kelas tidak sesuai permanen (N2) mempunyai pembatas yang sangat berat sehingga tidak mungkin untuk digunakan bagi suatu penggunaan yang lestari. Luas lahannya adalah 9,28 Ha atau 0,20 % dari daerah penelitian.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh, sistem informasi geografis,Kesesuaian lahan