Peningkatan kapasitas sosial perempuan melalui kelompok usaha ekonomi produktif di Kecamatan Pulau Ternate
SUDIN, M. Iqbal, Prof.Dr. Tadjuddin Noer Effendi
2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)yang sudah sejak lama mengalami ketertinggalan. Berbagai kebijakan dan program pemerintah telah dan sedang dilaksanakan untuk menanggulangi persoalan tersebut. Sejalan dengan itu, sebuah proses kebijakan tidak terlepas dari perkembangan paradigma pembangunan yang melatarbelakanginya. Dalam dialektika paradigma tersebut, kemudian melahirkan paradigma pemberdayaan perempuan yang turut menjadi bagian dan inheren dalam setiap konsep, strategi maupun kebijakan pembangunan tersebut. Pilihan yang diambil dalam upaya pemberdayaan perempuan dapat bersifat jangka pendek (kuratif) maupun jangka panjang. Kebijakan pemberdayaan perempuan yang terkandung dalam Program Pembangunan Kecamatan secara konseptual menawarkan seluruh pilihan tersebut melalui instrumen kelompok dengan serangkaian pendekatan pemberdayaan dari aspek ekonomi dan pengembangan kapasitas (capacity building) dengan tujuan terciptanya kemandirian. Hal ini yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemberdayaan perempuan dari aspek sosial yaitu peningkatan kapasitas sosial melalui kegiatan kelompok usaha ekonomi produktif di Kecamatan Pulau Ternate. Teori yang digunakan untuk mengkaji pemberdayaan perempuan dalam penelitian ini adalah teori yang berpijak pada perspektif gender yang melihat pemberdayaan perempuan tidak hanya dari aspek sumber daya manusia tapi meliputi ideologi, dan budaya masyarakat serta struktur yang berada di sekitar perempuan. Perspektif dan metode penelitian yang digunakan adalah perspektif fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Wawancara sebagai cara pengumpulan data yang utama selain didukung dengan observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan pemberdayaan perempuan tidak cukup dicapai dengan pendekatan ekonomi semata yakni memberikan sejumlah bantuan dana maupun ketrampilan, namun perlu diikuti dengan pendekatan dari aspek sosial yakni pengembangan potensi dan kemampuan perempuan untuk bisa merumuskan dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan tentang peningkatan usaha secara bersama dalam kelompok. Pengembangan tersebut harus memperhatikan peluang dan hambatan yang ada dalam kelompok tersebut antara lain kemampuan sumber daya manusia maupun lingkungan eksternal sosiokultural sperti ideologi, budaya, dan struktur (pemahaman birokrasi tentang konsep pemberdayaan perempuan) yang melingkupi kelompok usaha ekonomi produktif perempuan yang bisa menjadi pendorong atau penghalang proses pengembangan tersebut. Oleh karena itu yang diperlukan adalah kecermatan dalam membaca persoalan yang dihadapi setiap kelompok, sehingga intervensi yang dilakukan sesuai dan menyentuh kebutuhan substantif kelompok tersebut.
Poverty problems were adding a set of problems happened in women, who have been in along time left. Various policies and governmental program has been and are being carried out to manage those problems. A long with this, a policy process is not escaped from the development of this paradigm, then deliver the paradigm of women empowerment, participating into a part and inherent in each concept, strategy or developmental policy. The choice taken in order to empower women can be in short time (curative) or long term. The policy of women empowerment contained in Program Pengembangan Kecamatan conceptually offered all of these choices through group instrument with a set of empowering approach from the economical aspect and capacity building aiming the creation of maturity. This can be the background of this study. The aim of this study was to find out the women empowerment from social aspect, the increase of social capacity trough the activities of productive economical business group in Pulau Ternate Municipal. The theory used to study women empowerment in this study was a theory based on gender perspective seeing the women empowerment not only from human resource, but comprising of ideology, and societal culture and the structure existing around the women. The perspective and research method used was phenomenology with qualitative approach. Interview was the way to collect the primary data, besides supported with observation and documentation. From the result of this study, it shows that the development of women empowerment could not only be achieved by economical approach, by giving a number of fund or skill assistant, but it needed to be followed by an approach from social aspect, the development of women potential and skill to be able to formulate and manage problems and make decision about the increase of business together in a group. This development has to pay attention of opportunity and obstacle existing in this group, such as human resource ability or external environment of socio-cultural, like ideology, culture, and structure (bureaucratic understanding about the concept of empowerment) including women productive economy business group that can be the support or obstacle of the development process. Therefore, the thing needed is accuracy in reading the problems faced by each group, so that the intervention carried out is appropriate and touch the substantive needed of the group.
Kata Kunci : berdayaan Wanita,Kelompok Usaha Ekonomi Produktif, women empowerment, productive economical business group, social capacity