Laporkan Masalah

Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN: Navigasi Perkembangan Sistem Pembayaran QR Lintas Batas sebagai Strategi Sentralitas ASEAN

Nalini Adhra, Yulida Nuraini Santoso, S.I.P., M.Sc.

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menganalisis Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN dalam mengorganisasi perkembangan sistem pembayaran QR lintas batas di negara-negara ASEAN. Penelitian ini menggunakan kacamata analisis rezim dan pendekatan sentralitas yang melihat bahwa DEFA ASEAN merupakan sebuah rezim ekonomi yang dihadirkan untuk memperkuat sentralitas ASEAN. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui process tracing, penelitian ini mengkaji proses perancangan DEFA ASEAN sebagai proses pengorganisasian rezim QR lintas batas ASEAN. Analisis tersebut menggarisbawahi kompleksitas pembentukan rezim yang berakar dari interaksi aktor serta pembentukan pola perilaku dan pola kerja sama aktor. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini berargumen bahwa kompleksitas disparitas perkembangan sistem pembayaran QR di negara-negara ASEAN dan kompleksitas jaringan aktor yang terlibat menjadi tantangan dan peluang terbesar dalam perwujudan sentralitas ASEAN melalui DEFA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha DEFA ASEAN untuk mengorganisasi rezim QR lintas batas ASEAN secara komprehensif menjadi alasan di balik perubahan progres penyelesaian perancangan agenda DEFA ASEAN.

This study analyzes the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) in organizing the development of cross-border QR payment systems across ASEAN countries. Utilizing regime analysis and the centrality approach, this study views ASEAN DEFA as an economic regime introduced to reinforce ASEAN centrality. Employing a qualitative research methodology through process tracing, this study examines the drafting process of ASEAN DEFA as a strategy to organize the ASEAN cross-border QR regime. The analysis highlights the complexity of regime formation rooted in actor interactions, as well as the shaping of actor behavior patterns and cooperation frameworks. Based on the analysis, this study argues that the disparity in QR payment system development across ASEAN countries and the complexity of the actor networks involved present both the greatest challenges and opportunities in realizing ASEAN centrality through DEFA. This study concludes that ASEAN DEFA's effort to comprehensively organize the ASEAN cross-border QR regime serves as the key reason behind the shifts in progress toward finalizing the ASEAN DEFA agenda.

Kata Kunci : QR Lintas Batas, ASEAN, Ekonomi Digital, Analisis Rezim, Sentralitas

  1. S1-2026-498446-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498446-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498446-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498446-title.pdf