Acceptability Of Public-Private Mix (PPM) Program For Tuberculosis In Private Medical Practices In Jambi City : An Implementation Research
Afifi Atfi, dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D ; Prof. dr. Ari Natalia Probandari, MPH., Ph.D
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Strategi Public–Private Mix (PPM) mendorong keterlibatan praktisi medis swasta dalam penemuan kasus, pengobatan, rujukan, dan pelaporan TB; namun, partisipasi di Kota Jambi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan mengeksplorasi penerimaan program PPM TB di kalangan praktisi medis swasta menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori yang berlandaskan pada Theoretical Framework of Acceptability (TFA). Secara keseluruhan, tingkat penerimaan program tergolong cukup baik (nilai rata-rata = 3,85). Hasil kuantitatif menunjukkan skor tertinggi pada persepsi terhadap efektivitas program (4,04), sedangkan skor terendah terdapat pada aspek beban (3,11). Hasil kualitatif menunjukkan bahwa para praktisi menghargai kontribusi program dalam pengendalian TB, yang didukung oleh sikap positif, pemahaman terhadap program, pelatihan, dukungan teknis, dan kolaborasi. Hambatan yang ditemukan meliputi beban administratif, tuntutan pelaporan, tantangan dalam koordinasi, keterbatasan sumber daya, serta kendala yang berkaitan dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Penguatan sistem dukungan dan penyederhanaan proses pelaporan dapat meningkatkan penerimaan program serta mempertahankan keterlibatan sektor swasta dalam pengendalian TB.
Tuberculosis (TB) remains a major public health challenge in Indonesia. The Public–Private Mix (PPM) strategy promotes private medical practitioners’ involvement in TB detection, treatment, referral, and reporting; however, participation in Jambi City remains limited. This study aimed to assess and explore the acceptability of the PPM TB program among private medical practitioners using an explanatory sequential mixed methods design guided by the Theoretical Framework of Acceptability (TFA). The overall acceptability was moderately acceptable (mean = 3.85). Quantitative findings showed the highest score for perceived effectiveness (4.04) and the lowest for burden (3.11). Qualitative findings indicated that practitioners valued the program’s contribution to TB control, supported by positive attitudes, program understanding, training, technical support, and collaboration. Barriers included administrative workload, reporting demands, coordination challenges, limited resources, and SITB-related constraints. Strengthening support systems and simplifying reporting processes may improve acceptability and sustain private sector engagement in TB control.
Kata Kunci : Acceptability; Public–Private Mix; tuberculosis; private medical practitioners; implementation research