Gambaran Pengetahuan Perawat Puskesmas tentang Demensia di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman
Shafira Maharani, Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng; Ema Madyaningrum, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Orang dengan demensia memerlukan perawatan berkelanjutan agar meningkatkan kualitas hidup. Perawat puskesmas memegang peran penting dalam deteksi dini dan penanganan demensia di layanan primer. Pengetahuan perawat tentang demensia memengaruhi keterampilan perawat dalam merawat demensia Sehingga perlu diketahui tingkat pengetahuan perawat tentang demensia.
Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat puskesmas tentang demensia di Kabupaten Sleman
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada 171 perawat dari 25 puskesmas. Instrumen yang digunakan adalah Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS). Analisis data menggunakan analisis deskriptif, Pearson Correlation, Unpaired T-Test, dan One Way ANOVA.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan perawat tentang demensia adalah 29,44 (SD ± 9,701). Perawat memiliki pemahaman tertinggi pada Pertimbangan Perawatan (8,95 ± 2,953) dan pemahaman terendah pada domain Komunikasi dan Perilaku (5,87 ± 2,683). Terdapat perbedaan secara signifikan pada pengetahuan dengan tingkat pendidikan (p = 0,000) dan riwayat pelatihan tentang demensia (p = 0,001).
Kesimpulan: Pengetahuan perawat puskesmas tentang demensia di Kabupaten Sleman berada di atas setengah total skor maksimal DKAS, dengan perbedaan bermakna berdasarkan tingkat pendidikan dan riwayat pendidikan/pelatihan tentang demensia
Kata kunci: Demensia, pengetahuan, perawat, puskesmas
Background: People with dementia require ongoing care to improve their quality of life. Community health center nurses play a crucial role in the early detection
and management of dementia in primary care. Nurses’ knowledge of dementia influences their ability to care for patients with dementia; therefore, it is important to assess the level of nurses’ knowledge regarding dementia.
AIM: To identify the profile of community health center nurses’ knowledge of dementia in Sleman Regency
Method: This study is a quantitative descriptive study using a cross-sectional approach. The sampling technique employed total sampling of 171 nurses from 25 community health centres. The instrument used was the Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS). Data analysis utilized descriptive analysis, Pearson’s correlation, the unpaired t-test, and one-way ANOVA.
Results: The average knowledge score for nurses regarding dementia was 29.44 (SD ± 9.701). Nurses demonstrated the highest level of understanding in the
Care Considerations domain (8.95 ± 2.953) and the lowest in the Communication and Behavior domain (5.87 ± 2.683). There were significant differences in knowledge based on educational level (p = 0.000) and history of training on dementia (p = 0.001).
Conclusion: The knowledge of community health center nurses regarding dementia in Sleman Regency was above half of the maximum DKAS score, with significant differences based on educational level and history of education/training on dementia.
Keywords: Dementia, knowledge, nurses, community health centers
Kata Kunci : Demensia, pengetahuan, perawat, puskesmas