Laporkan Masalah

Perilaku Turap akibat pengurangan tekanan tanah pasif pada model analogi dua dimensi

SILVIANENGSIH, Dr.Ir. H. Hary Christady Hardiyatmo, M.Eng.,DEA

2005 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Perpindahan turap akibat pengurangan tekanan tanah pasif (penggalian tanah), pada konstruksi turap merupakan salah satu masalah yang kompleks dalam bidang geoteknik. Pada struktur galian terjadi ketidakseimbangan akibat hilangnya dukungan horizontal tanah yang semula dipikul oleh massa tanah yang berada di daerah galian. Oleh karena itu perlu diketahui gambaran mekanisme gerakan turap akibat galian tanah. Metode uji menggunakan batangan aluminium untuk model analogik tanah granuler dalam dua dimensi. Model uji dibuat dengan beberapa variasi yaitu turap tanpa angker dan diangker serta turap ganda tanpa angker dan diangker. Turap tanpa angker dan diangker dibuat dengan variasi panjang 15 cm, 20 cm, 25 cm dan 30 cm. Angker diletakan pada kedalaman dan panjang yang berbeda. Hasil pengamatan selanjutnya dibandingkan dengan analisis metoda elemen hingga yang menggunakan program Plaxis. Dari penelitian ini diperoleh rasio penetrasi turap untuk turap tanpa angker dan dengan angker masing-masing 0,50 sampai 0,88, dan 0,07 sampai 0,32. Turap ganda tanpa angker digali pada sisi luar dan dalam turap mempunyai rasio penetrasi turap sebesar 0,76. Turap ganda dengan angker digali pada sisi luar turap, rasio penetrasi turap diperoleh 0,15 sampai 0,25. Rasio penetrasi turap hasil pengamatan nilainya lebih kecil dari hasil prediksi estimasi penetrasi yang dinyatakan Teng (1962). Perilaku deformasi tanah di belakang turap cenderung bergerak ke arah kiri bawah dan tanah di depan turap bergerak ke arah kiri dan cenderung naik. Perilaku deformasi tanah hasil pengamatan mempunyai kecenderungan yang sama dengan hasil analisis metode elemen hingga. Displacement horisontal turap dari perhitungan elemen hingga lebih kecil dibandingkan pengamatan, dengan perbedaan -78% sampai -94%. Turap panjang 30 cm dan diangker, perbedaan hasil displacement horisontal turap berdasarkan simulasi elemen hingga sebesar -64% terhadap hasil pengamatan. Turap ganda yang diangker dengan panjang 30 cm, digali pada bagian luar turap, displacement horisontal turap berdasarkan simulasi elemen hingga dibanding hasil pengamatan lebih besar -56%. Walaupun demikian perilaku displacement horisontal baik hasil pengamatan maupun simulasi numurik mempunyai kecenderungan yang sama

Sheet pile movement, due to the effect of reduction of passive soil pressure (excavation soil) is a complex problem geotechnical. In a cut, the instability is caused by the lateral soil pressure behind the sheet pile. The propose of the research is to give a mechanism illustration of sheet pile movement because of cutting. This research was carried out using aluminium bar for modeling granuler soil for analogic model in two dimension. Test model made with many variation, at the sheet pile without anchor and with anchor and also double sheet pile without anchor and with anchor. Sheet pile without anchor and with anchor made from difference length variation, that is sheet pile with 15 cm, 20 cm, 25 cm and 30 cm length. Ancor put down at different length and deepness. The result of test was then compare with analysis of finite element method using Plaxis Program. The results of this research showed that the penetration ratios of sheet pile were 0,5 – 0,88 for non-anchored sheet pile and 0,07 – 0,32 for anchored sheet pile. Double sheet pile without anchor when cutting at out side and in side sheet pile have penetration ratio 0,76. Double sheet pile with anchor when cutting at out side sheet pile have penetration ratio 0,15 for 0,25. The penetration ratios of sheet pile obtained from this research were smaller than the predicted values stated in Teng (1962). The deformation of model had the same tendency with the results of numerical simulation. The difference between observation results and numerical simulation in horizontal displacement of sheet pile was -78% to -94%. Anchored sheet pile with 30 cm length showed the difference -64%. The difference of horizontal displacement for anchored double sheet pile with 30 cm length where dug out side of sheet pile was bigger than – 30%. All the observation results and numerical results showed the same tendency.

Kata Kunci : Geoteknik,Konstruksi Turap,Tanah Ganuler, sheet pile, granuler soil, sheet pile displacement, soil deformation, finite element method.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.