Laporkan Masalah

Analisis Risiko dan Pengendalian K3 Berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada Tahap Finishing Pekerjaan Arsitektur dan Landscape (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta)

Yunita Wahyu Cahyani, Ir. Lava Himawan, S.T., M.T.

2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan proyek konstruksi mengingat tingginya potensi kecelakaan seperti jatuh dari ketinggian, tertimpa material, maupun paparan debu dan bahan kimia. Salah satu upaya untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja diperlukan analisis dalam mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko dan menentukan pengendalian risiko guna menciptakan sistem manajemen keselamatan konstruksi yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko, mengetahui tingkat risiko dan pengendalian risiko pada pekerjaan finishing arsitektur dan landscape di proyek pembangunan Gedung FIPP UNY. Lokasi penelitian dipilih karena sedang berlangsung aktivitas finishing arsitektur dan landscape secara aktif, sehingga memungkinkan pengamatan langsung terhadap kondisi dan potensi bahaya di lapangan secara mendalam.

Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan tenaga ahli, dan studi literatur terkait SMKK. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode IBPRP berdasarkan Permen PUPR No.10 Tahun 2021. Analisis pengendalian risiko dilakukan sesuai hierarki pengendalian yang meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Hasil penyusunan IBPRP kemudian diverifikasi oleh Ahli K3.

Hasil penelitian didapatkan identifikasi bahaya dari 9 pekerjaan didapatkan total 52 potensi bahaya. Sebelum dilakukan pengendalian, tingkat risiko besar sebanyak 8 risiko (15,38%), risiko pada tingkat sedang sebanyak 34 risiko (65,38%) dan risiko pada tingkat kecil sebanyak 10 risiko (19,23%). Upaya pengendalian risiko yang dilakukan adalah substitusi, rekayasa teknis, administrasi, dan alat pelindung diri (APD). Hasil penilaian risiko setelah dilakukan pengendalian, tidak ditemukan lagi tingkat risiko besar, tingkat risiko sedang didapatkan sebanyak 16 risiko (30,77%) dan tingkat risiko kecil didapatkan sebanyak 36 risiko (69,23%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan IBPRP efektif dalam mengelola risiko K3.


Occupational Safety and Health (OHS) is a crucial aspect in the implementation of construction projects given the high potential for accidents such as falls from heights, being struck by falling materials, and exposure to dust and chemicals. One effort to minimize the risk of workplace accidents requires analysis to identify hazards, assess the level of risk, and determine risk controls to create a safe and effective construction safety management system. This study aims to analyze risks, determine the level of risk, and determine risk controls in architectural and landscape finishing work at the FIPP UNY Building construction project. The research location was selected because architectural and landscape finishing activities were actively underway, allowing for direct observation of conditions and potential hazards in the field.

Research data was obtained through field observations, interviews with experts, and literature review related to the Occupational Health and Safety Management System (SMKK). The data obtained will be analyzed using the IBPRP method based on PUPR Ministerial Regulation No. 10 of 2021. The risk control analysis is conducted according to the control hierarchy, which includes elimination, substitution, engineering, administrative, and the use of personal protective equipment (PPE). The results of the IBPRP preparation are then verified by an OHS expert.

The study results revealed a total of 52 potential hazards identified in nine jobs. Before the control measures were implemented, there were 8 major risks (15.38%), 34 moderate risks (65.38%), and 10 minor risks (19.23%). Risk control measures included substitution, engineering, administration, and personal protective equipment (PPE). Following the control measures, the risk assessment revealed no major risks, 16 moderate risks (30.77%), and 36 minor risks (69.23%). The results of this study indicate that the IBPRP approach is effective in managing OHS risks.

Kata Kunci : Keselamatan Kerja, IBPRP, finishing arsitektur dan landscape

  1. D4-2026-506165-abstract.pdf  
  2. D4-2026-506165-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-506165-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-506165-title.pdf