Laporkan Masalah

Pemetaan Indikasi Urban Sprawl Menggunakan Indeks Shannon Entropy di Kabupaten Sukoharjo

Farmana Ditya Alya Safitri, Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc.

2026 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Kabupaten Sukoharjo sebagai wilayah peri-urban Solo Raya mengalami perluasan kawasan terbangun yang pesat dan berpotensi menimbulkan urban sprawl. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat dispersi kawasan terbangun menggunakan indeks Shannon Entropy ternormalisasi (Hn') dan mengklasifikasikan indikasi urban sprawl pada 12 kecamatan berdasarkan kombinasi Hn' dan kepadatan penduduk. Data yang digunakan berupa citra Landsat tahun 2011, 2018, dan 2025 yang diklasifikasikan menjadi kawasan terbangun dan non-terbangun menggunakan algoritma Random Forest melalui Google Earth Engine. Shannon Entropy dihitung pada dua tingkat agregasi, yaitu kabupaten dan kecamatan, sedangkan klasifikasi indikasi sprawl dilakukan melalui matriks kuadran Hn' x kepadatan penduduk yang disusun dalam penelitian ini. Hasil klasifikasi memiliki akurasi keseluruhan 90,38-92,41 persen dengan koefisien Kappa 0,808-0,848. Luas kawasan terbangun meningkat dari 7.091,91 hektar (2011) menjadi 12.949,47 hektar (2025), bertambah 5.857,56 hektar atau 82,59 persen dalam 14 tahun dengan akselerasi 1,59 kali pada periode kedua. Nilai Hn' tingkat kabupaten naik secara monoton dari 0,9539 menjadi 0,9808, menunjukkan distribusi kawasan terbangun yang semakin menyebar. Distribusi kecamatan pada empat kuadran bergeser dari 3-3-3-3 (2011) menjadi 2-4-4-2 (2025). Temuan ini menunjukkan indikasi urban sprawl di Kabupaten Sukoharjo semakin menguat dan terkonsentrasi pada koridor utara yang berbatasan dengan Kota Surakarta.

Sukoharjo Regency, as part of the Solo Raya peri-urban area, has experienced rapid built-up expansion that may lead to urban sprawl. This study aims to measure the degree of built-up dispersion using the normalized Shannon Entropy index (Hn') and to classify urban sprawl indications across 12 sub-districts based on the combination of Hn' and population density. Landsat imagery from 2011, 2018, and 2025 was classified into built-up and non-built-up classes using the Random Forest algorithm on Google Earth Engine. Shannon Entropy was computed at two aggregation levels, namely regency and sub-district, while sprawl indication was classified through an Hn' x population density quadrant matrix formulated in this study. The classification achieved an overall accuracy of 90.38-92.41 percent with a Kappa coefficient of 0.808-0.848. The built-up area increased from 7,091.91 hectares (2011) to 12,949.47 hectares (2025), a gain of 5,857.56 hectares or 82.59 percent over 14 years, with a 1.59-fold acceleration in the second period. The regency-level Hn' rose monotonically from 0.9539 to 0.9808, indicating an increasingly dispersed built-up distribution. The distribution of sub-districts across the four quadrants shifted from 3-3-3-3 (2011) to 2-4-4-2 (2025). These findings indicate that urban sprawl in Sukoharjo Regency is intensifying and concentrating along the northern corridor bordering Surakarta City.

Kata Kunci : Urban Sprawl, Shannon Entropy, Sukoharjo Regency, Spatial Dispersion

  1. D4-2026-493937-abstract.pdf  
  2. D4-2026-493937-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-493937-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-493937-title.pdf