Jurnal Predator dan Korporatisasi Neoliberal dalam Perguruan Tinggi di Indonesia
Andreas Hanchel parlindungan Sihombing, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.
2026 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini menjelaskan bagaimana praktik korporatisasi neoliberal dalam perguruan tinggi di Indonesia dapat berkaitan dengan perkembangan jasa jurnal predator. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini mengkaji berbagai teks yang terdiri dari praktik korporatisasi neoliberal dalam perguruan tinggi, kasus-kasus kenaikan jabatan akademik, data terkait perkembangan jasa jurnal predator, dan lainnya. Adapun teori ranah dari Pierre Bourdieu digunakan untuk membedah ranah pendidikan sebagai arena untuk mencapai kapital bagi para aktor di dalamnya, serta fenomena sosial yang terjadi akibat peran agensi dan struktur. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan jasa jurnal predator berkaitan dengan efek sistem korporatisasi neoliberal dalam perguruan tinggi melalui Undang-Undang yang mengatur publikasi jurnal terindeks oleh akademisi. Temuan kunci menunjukkan bahwa tuntutan administratif berupa publikasi jurnal akademik bagi akademisi berperan dalam pembentukan habitus terkait penggunaan jurnal predator untuk memenuhi tuntutan tersebut. Faktor dari struktur korporatisasi neoliberal berupa tuntutan publikasi dan faktor agensi untuk mencapai jabatan tertentu atau untuk pemenuhan finansial sama-sama membentuk habitus tersebut. Implikasinya akan berulang dan semakin memperparah kualitas penelitian dan menurunkan kepercayaan masyarakat pada ilmu pengetahuan. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana perkembangan jasa jurnal predator di Indonesia akan menjadi indikator bahwa harus dilakukan reformasi Undang-Undang yang mengatur persyaratan publikasi jurnal terindeks oleh akademisi.
This study examines how neoliberal corporatization practices in Indonesian higher education institutions may be linked to the rise of predatory journal services. Using a qualitative method based on Norman Fairclough’s critical discourse analysis approach, this study analyzes various texts, including those related to neoliberal corporatization practices in higher education, cases of academic promotion, data on the rise of predatory journal services, and other relevant materials. Pierre Bourdieu’s field theory is employed to analyze the field of education as an arena for actors to accumulate capital, as well as the social phenomena arising from the interplay of agency and structure. The findings indicate that the rise of predatory journal services is linked to the effects of the neoliberal corporatization system in higher education institutions, particularly through legislation mandating that academics publish in indexed journals. Key findings indicate that administrative requirements for academic journal publications play a role in shaping the habitus associated with the use of predatory journals to meet these demands. Factors stemming from the neoliberal corporatization structure—such as publication requirements—and agency-based factors—such as the pursuit of specific positions or financial security—both contribute to the formation of this habitus. The implications of this cycle will persist and further erode research quality while diminishing public trust in science. This study demonstrates how the growth of predatory journal services in Indonesia serves as an indicator that reforms are needed to the laws governing the requirements for academics to publish in indexed journals.
Kata Kunci : korporatisasi neoliberal, jurnal akademik, akademisi, jurnal predator, ranah, habitus, publikasi, perguruan tinggi