PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT BATANG JAMBU METE DALAM BAHAN KUMUR TERHADAP PROLIFERASI SEL FIBROBLAS PADA PENYEMBUHAN LUKA (in vivo)
TUTUT PRABANTARI ANINDYAJATI, drg. Harsini, MS.,; Dr. drig. Widjijono, SU.
2012 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIKulit batang jambu mete memiliki banyak manfaat, salah satu sebagai antiinflamasi. Kandungan yang terdapat didalam kulit batang jambu mete sebagai antiinflamasi yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan getah (asam anakardat dan kardol). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kulit batang jambu mete sebagai bahan kumur terhadap proliferasi sel fibroblas dalam proses penyembuhan luka. Penelitian dilakukan terhadap 48 marmut, dan tiap kelompok terdiri dari 4 marmut. Ekstrak kulit batang jambu mete didapatkan dengan cara ekstraksi menggunakan teknik maserasi. Ekstrak kulit batang jambu mete dalam bahan kumur dibuat dengan konsentrasi 39o, 5o dan 799 sebanyak 10 mL dari setiap konsentrasi. Marmut didekapitasi setelah perlakuan 3 hari, 7 hari, dan 14 hari untuk melihat sel fibroblas. Data dianalisis menggunakan two way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan rerata dan simpangan baku proliferasi sel fibroblas pada 390 hari ke-3 31,5013,69, ke-7 116,7512,75, ke-14 70,0012,16, pada 59 hari ke-3 44,2515,62, ke-7 148,2514,79, ke-14 65,2513,30, pada 7949 hari ke-3 55,0015,59, ke-7 180,751:3,569, ke-14 61,5012,63. Uji two-way ANOVA menunjukkan antar konsentrasi, antar hari, antar konsentrasi dan hari berpengaruh bermakna terhadap proliferasi sel fibroblas. Uji LSD diketahui terdapat perbedaan jumlah sel fibroblas yang signifikan antar kelompok konsentrasi, kelompok hari dan terdapat interaksi antara konsentrasi dan hari. Kesimpulan penelitian ini adalah konsentrasi dan hari memiliki pengaruh bermakna terhadap proliferasi sel fibroblas, adanya interaksi antara konsentrasi dan hari memiliki pengaruh bermakna terhadap proliferasi sel fibroblas dan pada hari ke-3 sampai hari ke-7 proliferasi sel fibroblas mengalami peningkatan, sedangkan pada hari ke-7 sampai hari ke-14 proliferasi sel fibroblas mengalami penurunan.
Cashew stem bark had many benefit, one of them was anti-inflammatory effect. Anti-inflammatory agent consisted of alkaloid compounds, flavonoids, tannins, saponins and sap (anakardat acid and kardol). The purpose of this research was to knew the effect of cashew stem bark extract consentration in mouthwash to the proliferation of fibroblasts in the wound healing process. The reaserch was involved 48 marmots, and each group consisted of 4 marmots. The extract of cashew stem bark was obtained by maceration technigue. Cashew stem bark extract in mouthwash was made by concentration of 390, 590 and 794, as much as 10 mL of each concentration. Marmots was sacrificed on 319, 7 and 14 days after the injury to determine fibroblasts. Data were analyzed using two way ANOVA followed by LSD test. The results showed that the mean and standard deviation of fibroblast cell proliferation was at 326 on the 3? day 31.50 £ 3.69: 7 day 116.75 £ 2.75, 14 day 70.00 £ 2.16, at 5 94, 3 day 44.25 £ 5.62: 7 day 148.25 £ 4.79: 14 day 65.25 4 3.30, at 720, 3? day 55.00 £ 5.59: 7 day 180.75 £ 3.569: 14 day 61.50 £ 2.63. Two-way ANOVA test showed between concentration, time, and between concentration and time was significantly effect of the fibroblast cell proliferation. LSD test showed that there were significant fibroblast cell proliferation differences between concentration, time and there were interaction between consentration and time. Conclusions of this reaserch was the consentration and time had significant effect on proliferation of fibroblasts, the interaction between concentration and time had significant effect of the proliferation fibroblasts, on 3? day until 7 day fibroblasts cell proliferation was increased, but on 7!" day to 14! day fibroblast cell proliferation was decreased.
Kata Kunci : fibroblas, penyembuhan luka, kulit batang jambu mete.