Uji Larvisidal Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga (L.) willd) terhadap Larva Aedes aegypti di Laboratorium
Hendra Rulianto , Dr. Tri Baskoro T.S, Msc, PhD.; dr. Ernaningsih, DTM&H, Mkes.
2009 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang. Penggunaan insektisida kimia atau sintetis telah menimbulkan masalah baru, seperti polusi lingkungan dan terjadinya resistensi serangga. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif lain, misalnya dengan penggunaan insektisida alami atau biologis. Rimpang lengkuas mengandung flavonoid, alkaloid, dan terpenoid, yang bersifat toksik, yang diperkirakan dapat digunakan sebagai larvisida. Tujuan. Untuk mengetahui daya larvisidal ekstrak etanol rimpang lengkuas pada larva Aedes aegypti instar-4 di laboratorium dan konsentrasi minimal yang dapat membunuh larva tersebut. Metode. Penelitian ini termasuk studi eksperimental. Berdasarkan guidelines WHO (2005), penelitian meliputi uji pendahuluan dan pengujian akhir. Larva dibagi menjadi kelompok kontrol yang diberi etanol 70% dan air hingga volume 100 ml, serta kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol rimpang lengkuas dengan berbagai konsentrasi dan etanol 70% hingga volume 100 ml. Tiap kelompok baik uji pendahuluan maupun pengujian akhir terdiri dari 10 larva. Uji pendahuluan dilakukan satu kali, sedangkan pengujian akhir dilakukan tiga kali replikasi. Hasil. Nilai LCs, dan LC, adalah 6.981,1 ppm dan 9.928,8 ppm. Respon larva terhadap pemaparan ekstrak etanol rimpang lengkuas adalah homogen. Kesimpulan. Rimpang lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) memiliki daya larvisidal terhadap larva Aedes aegypti di laboratorium. Peningkatan kematian larva seiring atau sebanding dengan peningkatan konsentrasi.
-
Kata Kunci : insektisida kimia, polusi lingkungan, larvisida, lengkuas