Dinamika Pemenuhan Tenaga Kesehatan Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terpencil: Studi Kasus Puskesmas Pembantu di Wilayah Kerja Puskesmas Pendang, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah
AGUS SALIM, Pande Made Kutanegara, M.Si., Ph.D; Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Pemenuhan tenaga kesehatan di wilayah perdesaan terpencil tidak berhenti pada pengadaan dan penempatan, tetapi juga mencakup keberlanjutan kehadiran tenaga dan pelayanan. Penelitian ini menganalisis dinamika serta keberlanjutan pemenuhan tenaga kesehatan pada Puskesmas Pembantu di wilayah kerja UPT Puskesmas Pendang, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposif, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, coding deskriptif-tematik, pengelompokan kategori, pembentukan tema, dan sintesis temuan. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan, pengadaan, penempatan, dan distribusi belum menghasilkan kondisi ketenagaan yang merata. Keberlanjutan pemenuhan berkaitan dengan interaksi kondisi geografis dan aksesibilitas, individu dan keluarga, organisasi dan lingkungan kerja, kebijakan dan kelembagaan, serta sosial-kultural dan modal sosial. Kepemimpinan, koordinasi, kolaborasi antaraktor, dan dukungan operasional-profesional Puskesmas induk menjadi mekanisme penting dalam merespons keterbatasan. Retensi merupakan salah satu dimensi keberlanjutan bersama ketersediaan-pemerataan tenaga dan keberlangsungan pelayanan kesehatan primer.
Health workforce provision in remote rural
areas extends beyond recruitment and placement to include the continuity of
workforce presence and primary healthcare delivery. This study analyzes the dynamics
and sustainability of health workforce provision at auxiliary health centers
within the Pendang Primary Health Center service area, South Barito Regency,
Indonesia. A qualitative case study design was employed. Data were collected
through in-depth interviews with nine purposively selected informants,
nonparticipant observation, and document review. The data were analyzed through
data condensation, descriptive-thematic coding, category development, theme
formation, and synthesis. The findings show that workforce needs planning,
recruitment, placement, and distribution have not yet resulted in equitable staffing
across auxiliary health centers. Sustainability is associated with the
interaction of five contextual domains: geography and accessibility, individual
and family conditions, organization and work environment, policy and
institutional arrangements, and sociocultural conditions and community social capital.
Leadership, coordination, inter-actor collaboration, and
operational-professional support from the parent primary health center function
as important implementation mechanisms in responding to workforce constraints.
Retention is therefore understood as one dimension of sustainability, alongside
workforce availability and equity and continuity of primary healthcare services.
Kata Kunci : pemenuhan tenaga kesehatan; retensi tenaga kesehatan; pelayanan kesehatan primer; kebijakan kesehatan; wilayah terpencil; modal sosial