Analisis Pengaruh Pengeluaran Bukan Makanan Terhadap Kepemilikan Rumah Di Indonesia: Bukti Empiris Menggunakan Method Of Moments Quantile Regression (MM-QR)
Meisha Miko Yudha Prasetya, Gigih Fitrianto, S.E., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Kepemilikan rumah di indonesia menghadapi penurunan daua beli, bukan semata karena keterbatasan pasokan perumahan, melainkan karena kemampuan menabung rumah tangga tergerus oleh meningkatnya pengeluaran bukan makanan seperti sewa, transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi antara pengeluaran bukan makanan dan kepemilikan rumah, serta menguji perbedaan besaran asosiasi tersebut antarkuantil, termasuk antara kuantil terbawah dan kuantil teratas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel seimbang 15 provinsi di Indonesia periode 2010–2025 (N=240). Estimasi utama memakai Common Correlated Effects Method of Moments Quantile Regression (CCE-MMQR) untuk mengendalikan dependensi lintas-seksi (cross- sectional dependence), diperkuat dua estimator pembanding, uji ketahanan berlapis, dan uji kausalitas Granger panel. Hasil menunjukkan pengeluaran bukan makanan berasosiasi negatif dan signifikan di seluruh kuantil, dengan magnitudo koefisien mengecil secara monotonik dari - 0,2630 pada kuantil terbawah menjadi -0,1900 pada kuantil teratas. Karena unit analisis adalah provinsi, temuan dimaknai sebagai asosiasi antarprovinsi, bukan bukti kausal pada rumah tangga individual. Penelitian mennyimpulkan rendahnya kepemilikann rumah berkaitan erat dengan dengan lemahnya daya beli akibat beban pengeluaran bukan makanan. Implimikasinya, Intervensi perumahan sebaiknya diarahkan secara tepat sasaran pada provinnsi dan kelompok kepemilikan rendah bukan di samaratakan secara nasional.
Homeownership in Indonesia faces declining purchasing power, not merely because of limited housing supply, but because households' saving capacity is eroded by rising non-food expenditures such as rent, transportation, education, andhealth. This study aims to analyze the association between non-food expenditure and homeownership, and to test differences in the magnitude of that association across quantiles, including between the lowest and the highest quantiles. The study employs an explanatory quantitative approach using balanced panel data from 15 Indonesian provinces over the 2010–2025 period (N = 240). The main estimation applies the Common Correlated Effects Method of Moments Quantile Regression (CCE-MMQR) to control for cross-sectional dependence, reinforced by two comparative estimators,layered robustness checks, and a panel Granger causality test. The results show that non-food expenditure is negatively and significantly associated with homeownership across all quantiles, with the magnitude of the coefficients declining monotonically from -0.2630 at the lowest quantile to -0.1900 at the highest quantile. Because the unit of analysis is the province, the findings are interpreted as cross-provincial associations rather than causal evidence at the individual household level. The study concludes that low homeownership is closely related to weak purchasing power driven by the burden of non-food expenditure. Accordingly, housing interventions should be precisely targeted at provinces and groups with low ownership rates, rather than applied uniformly at the national level.
Kata Kunci : kepemilikan rumah, pengeluaran bukan makanan, CCE-MMQR, regresi kuantil panel, ketimpangan wilayah