Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk pemetaan parameter penentu harga lahan di kecamatan Umbulharjo Yogyakarta
Ratih Eka Wanti, Drs. Zuharnen, M.S.
2006 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVKecamatan Umbulharjo merupakan salah satu kecamatan di Kota Yogyakarta dan ditetapkan sebagai kawasan tumbuh cepat yang banyak mengalami perkembangan dan pembangunan, sehingga menyebabkan harga lahan yang terus meningkat. Hal ini didukung oleh beberapa faktor yaitu letaknya strategis, daerahnya relatif datar, tanahnya subur, tersedia sumber air yang mencukupi dan tersedia berbagai sarana yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian yang berjudul Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi Untuk Pemetaan Parameter Penentu Harga Lahan Di Kecamatan Umbulharjo, bertujuan untuk dapat memetakan parameter harga lahan di Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Data yang digunakan adalah citra Ikonos skala 1: 50.000 tahun 2002, Peta RBI Kota Yogyakarta dan Timoho skala 1: 25.000 tahun 1999. Metode yang digunakan adalah interpretasi citra Ikonos secara On Screen Digitalizing dan pemprosesan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk pengharkatan sehingga menghasilkan parameter penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, aksesibilitas lahan negatif serta kelengkapan utilitas umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas untuk penggunaan lahan yang paling banyak adalah permukiman dan industri 496 Ha, sawah dan tegalan dengan luas lahan 217 Ha, penggunaan lahan untuk perdagangan dan jasa dengan luas lahan 92,5 Ha. Luas penggunaan lahan yang paling sedikit adalah lahan kosong sebesar 6,3 Ha. Parameter aksesibilitas lahan dibagi menjadi dua yaitu aksesibilitas lahan positif dan aksesibilitas lahan negatif. Aksesibilitas lahan positif yang paling luas adalah kelas sedang 413,82 Ha, kelas tinggi seluas 224,05 Ha, kelas rendah dengan luas 130,08 Ha, dan luas aksesibilitas lahan yang paling sedikit adalah kelas sangat tinggi seluas 43,73 Ha, sedangkan untuk aksesibilitas lahan negatif menunjukkan hasil yaitu luas aksesibilitas lahan negatif yang paling besar adalah kelas sedang dengan luas 417,14 Ha, kelas rendah seluas 316,37 Ha, kelas tinggi 74,4 Ha, dan luas aksesibilitas lahan negatif yang paling sedikit adalah kelas sangat tinggi dengan las 4,06 Ha. Pemetaan parameter kelengkapan utilitas umum menunjukkan hasil yaitu luas untuk kelengkapan utilitas umum yang paling besar adalah kelas tinggi dengan luas 343 Ha, kelas rendah dengan luas 220,55 Ha, kelas sangat tinggi 170,48 Ha. Luas kelengkapan utilitas umum yang paling sedikit adalah kelas sedang 77,92 Ha, Hasil uji ketelitian. menunjukkan bahwa interpretasi citra Ikonos mempunyai keakuratan yang cukup tinggi yaitu sebesar 91,30%.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh, sistem informasi geografi,harga lahan