Eksplorasi Sistem Akuntabilitas BAZNAS kepada Penerima Manfaat: Studi Kasus pada Program Beasiswa Bintang BAZNAS Kabupaten Temanggung
Septiana Kusuma Wardani, Aprilia Beta Suandi, Dr., S.E., M.Ec.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Akuntabilitas lembaga zakat kepada penerima manfaat (mustahik) masih kurang mendapat perhatian dibandingkan akuntabilitas kepada muzaki, donor, dan regulator. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sistem akuntabilitas BAZNAS Kabupaten Temanggung kepada penerima manfaat pada Program Beasiswa Bintang BAZNAS, menggunakan kerangka sistem akuntabilitas Pilon dan Brouard (2023) yang mencakup nilai dan tujuan, hubungan pemangku kepentingan, mekanisme akuntabilitas, dan strategi informasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung dan sepuluh penerima manfaat, serta ditriangulasi dengan dokumen resmi BAZNAS. Analisis data dilakukan secara tematik dengan bantuan Nvivo 12 Pro melalui pendekatan deduktif-induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuntabilitas program dibangun di atas nilai amanah, keadilan, pemberdayaan, dan transparansi, dengan dimensi religius yang terintegrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban vertikal kepada Allah selain kepada manusia. Meskipun mekanisme seleksi, penyaluran dana, pembinaan, dan pelaporan telah berjalan cukup terstruktur, akuntabilitas kepada penerima manfaat masih bersifat satu arah (top-down), dengan hubungan yang cenderung paternalistik, pengawasan penggunaan dana yang lebih mengandalkan kepercayaan dibandingkan evaluasi substantif, serta strategi informasi yang masih berorientasi pada pemangku kepentingan formal. Keterbatasan downward accountability ini terbentuk melalui interaksi sistemik antarelemen akuntabilitas, sehingga memberikan kontribusi teoretis berupa perluasan fondasi nilai akuntabilitas pada konteks filantropi Islam, serta kontribusi praktis bagi penguatan partisipasi dan keterbukaan kepada penerima manfaat.
Zakat institutions's accountability to beneficiaries (mustahik) has received less attention compared to accountability to donors, muzaki, and regulators. This study aims to explore the accountability system of BAZNAS Temanggung Regency toward beneficiaries of the Beasiswa Bintang BAZNAS scholarship program, using the accountability system framework of Pilon and Brouard (2023) : values and purposes, stakeholder relationships, accountability mechanisms, and information strategies.
This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with the Chairman of BAZNAS Temanggung Regency and ten beneficiaries, and were triangulated with official BAZNAS documents. Data were analyzed thematically using NVIVO 12 Pro through a deductive-inductive approach. The findings show that the program's accountability system is built upon the values of amanah (trustworthiness), justice, empowerment, and transparancy, with a religious dimension integrated as a form of vertical accountability to Allah alongside accountability to humans. Although the selection, disbursement, mentoring, and reporting mechanisms are administratively systematic, accountability to beneficiaries remains predominantly top-down. This is evidenced by a paternalistic relationship, monitoring that prioritises trust over substantive evaluation, and information strategies that cater primarily to formal stakeholders rather than to recipients. This limitation in downward accountability emerges from systemic interactions among accountability elements, offering a theoretical contribution by extending the fundational values of accountability in the Islamic philanthropy context, and a practical contribution toward strengthening beneficiary participation and openness.
Kata Kunci : akuntabilitas, downward accountability, BAZNAS, sistem akuntabilitas, penerima manfaat, zakat