Laporkan Masalah

Well-Being Pekerja Perempuan di Sektor Perkebunan Sawit di Desa Kerang, Kalimantan Timur

Rina Ardianti, Milda Longgeita Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D

2026 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Perempuan pekerja di sektor perkebunan sawit menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan kerja, mulai dari beban kerja fisik yang berat, keterbatasan perlindungan kerja, ketidakpastian pendapatan, hingga tuntutan menjalankan peran domestik dalam keluarga. Namun, pengalaman kesejahteraan perempuan pekerja tidak dapat dipahami hanya melalui kondisi material yang dimiliki, melainkan juga melalui bagaimana mereka memaknai pengalaman hidup dan membangun relasi sosial dalam kesehariannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan (well-being) perempuan pekerja perkebunan sawit berdasarkan perspektif Sarah White yang melihat kesejahteraan melalui tiga dimensi, yaitu material, subjektif, dan relasional.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan pekerja perkebunan sawit di Desa Kerang. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka well-being Sarah White untuk memahami bagaimana perempuan mengalami, memaknai, dan mengekspresikan kesejahteraannya dalam konteks kehidupan kerja yang penuh keterbatasan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan material perempuan pekerja sawit dibangun melalui kemampuan mereka mempertahankan pekerjaan sebagai sumber penghidupan keluarga, meskipun dihadapkan pada kondisi kerja yang berat, risiko kesehatan, serta keterbatasan perlindungan. Pekerjaan tidak hanya dimaknai sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi dan kemandirian ekonomi perempuan. Pada dimensi subjektif, perempuan pekerja mengekspresikan kesejahteraan melalui rasa bangga atas hasil kerja sendiri, penerimaan terhadap kondisi yang dihadapi, spiritualitas, serta harapan terhadap masa depan keluarga. Sementara itu, pada dimensi relasional, kesejahteraan perempuan dibangun melalui dukungan keluarga, negosiasi peran gender, solidaritas antarpekerja, dan hubungan sosial yang menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi tekanan kerja.

Penelitian ini menunjukkan bahwa well-being perempuan pekerja sawit tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan perempuan dalam memberi makna terhadap kehidupannya dan mempertahankan hubungan sosial yang mendukung keberlangsungan hidupnya. Dalam konteks Global South, pengalaman kesejahteraan perempuan pekerja menunjukkan bahwa seseorang dapat tetap mengekspresikan kesejahteraan melalui kebermaknaan hidup, tanggung jawab keluarga, dan relasi sosial, meskipun masih berada dalam kondisi struktural yang belum sepenuhnya mendukung. Dengan demikian, perspektif Sarah White memberikan pemahaman bahwa kesejahteraan perempuan pekerja perlu dilihat sebagai proses negosiasi antara keterbatasan, kemampuan bertahan, dan pemaknaan hidup.

 

Kata kunci: Well-being negara selatan, perempuan pekerja, perkebunan sawit, dimensi material, dimensi subjektif, dimensi relasional. 

Women workers in the oil palm plantation sector face various challenges in their working lives, ranging from heavy physical workloads, limited labor protections, and income uncertainty to the demands of fulfilling domestic roles within their families. However, the well-being of women workers cannot be understood solely through their material circumstances, but also through how they interpret their life experiences and build social relationships in their daily lives. This study aims to analyze the well-being of female oil palm plantation workers based on Sarah White’s perspective, which views well-being through three dimensions: material, subjective, and relational.

This study employs a qualitative approach using the case study method. Research data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of female oil palm plantation workers in Kerang Village. The analysis was conducted using Sarah White’s well-being framework to understand how these women experience, interpret, and express their well-being within the context of a work life marked by limitations.

The research findings indicate that the material well-being of women working in the palm oil industry is built through their ability to maintain their jobs as a source of family livelihood, despite facing harsh working conditions, health risks, and limited protections. Work is not only viewed as a source of income but also as a form of contribution and economic independence for women. On a subjective level, female workers express their well-being through a sense of pride in their own work, acceptance of the conditions they face, spirituality, and hope for their families’ future. Meanwhile, on a relational level, women’s well-being is built through family support, the negotiation of gender roles, solidarity among workers, and social relationships that serve as a source of strength in coping with work-related pressures.

This study shows that the well-being of women working in the palm oil industry is not only related to the fulfillment of economic needs, but also to women’s ability to find meaning in their lives and maintain social relationships that support their livelihoods. In the context of the Global South, the well-being experiences of female workers demonstrate that individuals can continue to express well-being through the meaningfulness of life, family responsibilities, and social relationships, even while living under structural conditions that are not yet fully supportive. Thus, Sarah White’s perspective offers an understanding that the well-being of female workers must be viewed as a process of negotiation between limitations, resilience, and the search for meaning in life.

Kata Kunci : Kata kunci: Well-being negara selatan, perempuan pekerja, perkebunan sawit, dimensi material, dimensi subjektif, dimensi relasional.

  1. S2-2026-513905-abstract.pdf  
  2. S2-2026-513905-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-513905-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-513905-title.pdf