Kadar Bilirubin Neonatus Aterm yang Diukur dengan Transcutaneous Bilirubinometri pada Hari Pertama Sebagai Faktor Prognostik Fototerapi pada Minggu Pertama Kehidupan Neonatus
Ardiles Varian, Dr. dr. Tunjung Wibowo, MPH, M.Kes, Sp.A(K); dr. Endy Paryanto Prawirohartono, MPH, Sp.A(K)
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak
Tujuan: Menentukan apakah kadar bilirubin transkutan (TcB) yang diukur dalam 24 jam pertama kehidupan dapat memprediksi kebutuhan fototerapi selama minggu pertama kehidupan pada neonatus cukup bulan.
Desain Penelitian: Penelitian observasional prospektif ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Indonesia, pada Agustus 2024 hingga Juni 2026. Neonatus cukup bulan (usia gestasi ?37 minggu) menjalani pengukuran TcB sebelum usia 24 jam dan diikuti hingga usia 7 hari. Karakteristik maternal, perinatal, dan neonatal dicatat. Analisis regresi logistik dan kurva receiver operating characteristic (ROC) dilakukan untuk mengidentifikasi prediktor fototerapi dan menentukan nilai cut-off TcB yang optimal.
Hasil: Sebanyak 119 neonatus cukup bulan diikutsertakan dalam penelitian, dengan 59 neonatus (50,4%) menerima fototerapi selama minggu pertama kehidupan. Rerata kadar TcB pada hari pertama secara signifikan lebih tinggi pada neonatus yang memerlukan fototerapi dibandingkan dengan neonatus yang tidak memerlukan fototerapi (7,0 vs. 4,3 mg/dL, p<0>area under the curve/AUC) sebesar 0,76. Nilai cut-off TcB sebesar 6,5 mg/dL menghasilkan sensitivitas 62,1?n spesifisitas 81,7%. Pada model kasar (crude model), TcB ?6,5 mg/dL dan inkompatibilitas ABO secara signifikan berhubungan dengan pemberian fototerapi. Pada model teradjustasi, TcB dengan cut-off 6,5 mg/dL (aOR 7,3; IK 95% 2,89–18,5) dan inkompatibilitas ABO tetap berhubungan secara independen dengan pemberian fototerapi (aOR 4,6; IK 95% 1,08–19,87).
Kesimpulan: Pengukuran TcB pada hari pertama kehidupan dapat membantu mengidentifikasi neonatus cukup bulan yang berisiko memerlukan fototerapi selama minggu pertama kehidupan. Kadar TcB ?6,5 mg/dL dan inkompatibilitas ABO memerlukan pemantauan yang lebih ketat setelah pasien dipulangkan.
Objective: To determine whether transcutaneous bilirubin (TcB) measured within the first 24 hours of life can predict the need for phototherapy during the first week of life in term neonates.
Study Design: This prospective observational study was conducted at Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta, Indonesia, from August 2024 to June 2026. Term neonates (gestational age ?37 weeks) underwent TcB measurement before 24 hours of age and were followed until 7 days of life. Maternal, perinatal, and neonatal characteristics were recorded. Logistic regression and receiver operating characteristic (ROC) curve analyses were performed to identify predictors of phototherapy and determine the optimal TcB cut-off value.
Results: A total of 119 term neonates were included, of whom 59 (50.4%) received phototherapy within the first week of life. Mean first-day TcB levels were significantly higher among neonates requiring phototherapy than among those who did not (7.0 vs. 4.3 mg/dL, p<0>
Conclusion: First-day TcB measurement may help identify term neonates at risk for phototherapy during the first week of life. A TcB level ?6.5 mg/dL and ABO incompatibility warrant closer post-discharge monitoring.
Kata Kunci : transcutaneous bilirubin, phototherapy, term neonates, neonatal hyperbilirubinemia