Perkembangan Pasar Sukuk: Analisis Bibliometrika, Determinan Kinerja Pasar Sukuk, Dan Dampaknya Pada Sektor Perbankan Di Indonesia
Siti Aisiyah Suciningtias, Prof. Dr. Mamduh M Hanafi,MBA
2026 | Disertasi | S3 Agama dan Lintas Budaya
Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan literatur sukuk, menganalisis determinan kinerja pasar sukuk Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang, serta menguji keterkaitan perkembangan pasar sukuk dengan permodalan dan stabilitas bank. Ketiga tujuan tersebut diintegrasikan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai sukuk dari perspektif perkembangan ilmu, dinamika pasar, dan keterkaitannya dengan sektor perbankan Indonesia.
Penelitian terdiri atas tiga studi. Studi pertama menggunakan Systematic Bibliometric Review (SBR) terhadap 282 artikel yang terindeks dalam Web of Science periode 2007–2024 dan dianalisis menggunakan Biblioshiny. Studi kedua menggunakan Autoregressive Distributed Lag/Error Correction Model (ARDL/ECM) dengan data bulanan periode Februari 2015–September 2025 pada indeks sukuk komposit, indeks sukuk negara, dan indeks sukuk korporasi. Studi ketiga menggunakan regresi data panel Fixed Effect Model dengan robust standard errors pada sepuluh bank, terdiri atas lima bank syariah dan lima bank konvensional, periode 2011Q1–2025Q3. Permodalan diukur menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Equity to Total Assets Ratio (ETA), sedangkan stabilitas diukur menggunakan Z-score. Konsentrasi industri perbankan dimasukkan sebagai uji robustness karena berkorelasi tinggi dengan variabel independen utama, yaitu perkembangan pasar sukuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur sukuk tumbuh sebesar 15,94% per tahun dan berkembang dari tema normatif menuju risiko, kinerja, keberlanjutan, green sukuk, digitalisasi, dan tata kelola. Return indeks obligasi berpengaruh positif dan paling konsisten terhadap ketiga indeks sukuk; sukuk negara lebih sensitif terhadap risiko negara yang diproksikan dengan CDS, sedangkan sukuk korporasi lebih responsif terhadap nilai tukar. Perkembangan pasar sukuk memiliki keterkaitan positif dan signifikan dengan CAR, ETA, dan stabilitas bank pada model utama. Keterkaitan dengan permodalan lebih kuat pada bank syariah dibandingkan bank konvensional. Namun, perkembangan pasar sukuk tidak lagi signifikan ketika konsentrasi perbankan (CR3) diperhitungkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perkembangan pasar sukuk dapat bersifat komplementer terhadap perbankan dan berpotensi mendukung pendalaman serta ketahanan sistem keuangan.
This study aims to map the development of sukuk literature, examine the short- and long-run determinants of Indonesian sukuk market performance, and assess the relationship between sukuk market development and bank capitalization and stability. These objectives provide an integrated understanding of sukuk from the perspectives of knowledge development, market dynamics, and banking.
The research comprises three studies. The first applies a Systematic Bibliometric Review (SBR) to 282 articles indexed in Web of Science during 2007–2024 using Biblioshiny. The second employs the Autoregressive Distributed Lag/Error Correction Model (ARDL/ECM) with data from February 2015 to September 2025 on composite, sovereign, and corporate sukuk indices. The third uses a fixed-effects panel model with robust standard errors for ten banks—five Islamic and five conventional—during 2011Q1–2025Q3. Capitalization is measured by the Capital Adequacy Ratio (CAR) and Equity-to-Total-Assets Ratio (ETA), while stability is measured by Z-score. CR3 is included in robustness testing because of its high correlation with sukuk market development.
The findings show that sukuk literature grew by 15.94% annually and shifted from normative themes toward risk, performance, sustainability, green sukuk, digitalization, and governance. Bond index returns have the most consistent positive effect across the three indices. Sovereign sukuk are more sensitive to country risk proxied by CDS, whereas corporate sukuk are more responsive to exchange-rate movements. Sukuk market development is positively and significantly associated with CAR, ETA, and bank stability in the main models, with a stronger capitalization association among Islamic banks. However, the association becomes insignificant after banking concentration is considered. These findings indicate that sukuk market development may complement banking and support financial deepening and systemic resilience.
Kata Kunci : sukuk market; bibliometric analysis; ARDL; bank capitalization; bank stability.