Korelasi Antara Luas Tumor Dan Rasio Ketebalan-Panjang Pada Pemeriksaan Computed Tomography Dengan Derajat Diferensiasi Histopatologi Pada Pasien Karsinoma Rektum
Hendri Tanoyo Kusuma, Dr. dr. Bambang Supriyadi, Sp. Rad., Subsp. MSK (K), MM; dr. Bambang Purwanto Utomo, Sp. Rad., Subsp. Abd (K), M. Med. Ed
2026 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang:
Karsinoma rektum merupakan keganasan saluran cerna distal yang memiliki
perilaku biologis heterogen. Derajat diferensiasi histopatologi tetap menjadi
salah satu penentu penting prognosis. Computed tomography (CT) masih berperan
penting pada evaluasi awal dan penilaian metastasis, tetapi hubungan parameter
morfometri sederhana, seperti luas tumor dan rasio ketebalan-panjang tumor,
dengan derajat diferensiasi histopatologi belum banyak diteliti, khususnya pada
karsinoma rektum.
Metode: Penelitian
ini merupakan penelitian korelatif analitik dengan desain cross-sectional menggunakan
data retrospektif rekam medis dan DICOM pasien karsinoma rektum yang menjalani
CT abdomen di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada periode 1 Januari 2021 hingga 30 November 2025. Variabel
bebas penelitian ini adalah luas tumor dan rasio ketebalan-panjang tumor pada
CT, sedangkan variabel terikat adalah derajat diferensiasi histopatologi.
Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dianalisis secara
deskriptif. Hubungan antara luas tumor serta rasio ketebalan-panjang tumor
dengan derajat diferensiasi histopatologi dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Sebanyak
58 subjek penelitian dianalisis, terdiri atas 3 pasien berdiferensiasi buruk,
23 berdiferensiasi sedang, dan 32 berdiferensiasi baik. Karakteristik subjek,
karakteristik radiologis, dan karakteristik histopatologis tambahan tidak
menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok derajat diferensiasi
histopatologi (p >0,05). Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa
tidak terdapat korelasi signifikan antara luas tumor pada CT dan derajat
diferensiasi histopatologi (rs = 0,155; p = 0,245), maupun antara rasio
ketebalan-panjang tumor dan derajat diferensiasi histopatologi (rs = 0,086;
p = 0,522). Hasil ini menunjukkan bahwa parameter morfometri dua dimensi
pada CT belum dapat digunakan sebagai penanda tunggal untuk memperkirakan
derajat diferensiasi histopatologi karsinoma rektum.
Kesimpulan:
Tidak terdapat korelasi signifikan antara luas tumor maupun rasio
ketebalan-panjang pada pemeriksaan CT dan derajat diferensiasi histopatologi
pada pasien karsinoma rektum.
Background: Rectal carcinoma is a distal
gastrointestinal malignancy with heterogeneous biological behavior. The degree
of histopathological differentiation remains an important determinant of
prognosis. Computed tomography (CT) remains essential for initial evaluation
and metastasis assessment, but the relationship between simple morphometric
parameters, such as tumor area and tumor thickness-to-length ratio, and
histopathological differentiation grade has not been widely studied,
particularly in rectal carcinoma.
Methods: This cross-sectional, correlative
analytic study used retrospective medical records and DICOM data from rectal
carcinoma patients who underwent abdominal CT at Dr. Sardjito General Hospital,
Yogyakarta, from January 1, 2021 to November 30, 2025. The independent variables were
CT-derived tumor area and tumor thickness-to-length ratio, while the dependent
variable was histopathological differentiation grade. Subjects who met the
inclusion and exclusion criteria were analyzed descriptively. The correlations
between tumor area, tumor thickness-to-length ratio, and histopathological
differentiation grade were analyzed using Spearman correlation.
Results: A total of 58 subjects were
analyzed, consisting of 3 poorly differentiated, 23 moderately differentiated,
and 32 well-differentiated rectal carcinoma patients. Subject characteristics,
radiological characteristics, and additional histopathological characteristics
did not show significant differences between histopathological differentiation
groups (p >0.05). Spearman correlation analysis showed no
significant correlation between CT-derived tumor area and histopathological
differentiation grade (rs = 0.155; p = 0.245), nor between
tumor thickness-to-length ratio and histopathological differentiation grade
(rs = 0.086; p = 0.522). These findings indicate that two-dimensional
morphometric parameters on CT cannot be used as a single marker to estimate the
histopathological differentiation grade of rectal carcinoma.
Conclusion: There was no significant correlation between tumor area or thickness-to-length ratio on CT and histopathological differentiation grade in rectal carcinoma patients.
Kata Kunci : karsinoma rektum; computed tomography; luas tumor; rasio ketebalan-panjang; derajat diferensiasi histopatologi