Tinjauan Kasus Retinopati Hipertensi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Prasit Al Hakim, Dr. Hartono, DSM, Dr. Achmad Djunaedi
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANRetinopati hipertensi adalah kelainan-kelainan retina dan pembuluh darah retina akibat tekanan darah tinggi. Hipertensi yang tidak terkendali mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya retinopati hipertensi yang dapat mengakibatkan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penderita retinopati hipertensi yang ditangani di Poliklinik Mata RSUP. DR. Sardjito Yogyakarta selama kurun waktu antara 1 Januari 1993 sampai 31 Desember 1994. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif. Data penelitian diuji statistik dengan menggunakan uji-t dengan derajat kemaknaan 0,05. Untuk tabel-tabel yang tidak dilakukan uji statistik dilakukan analisis secara deskriptif. Sejak 1 Januari 1993 sampai 31 Desember 1994 didapatkan 29 kasus retinopati hipertensi. Pasien terbanyak berusia 31-40 tahun. Secara keseluruhan jumlah pria lebih banyak dibanding wanita, yaitu mendekati 2:1, namun demikian insidensi retinopoati hipertensi menurut umur dan jenis kelamin secara statistik tidak bermakna. Pria terbanyak berusia 31-40 tahun sedangkan wanita pada usia 61-70 tahun. Sebagian besar penderita berada pada stadium I. Stadium I, II dan III didominasi oleh penderi usia tua sedangkan stadium IV didominasi oleh usia dewasa (31-40 tahun). Berdasarkan jenis retinopatinya, terbanyak merupakan retinopati hipertensi benigna maupun maligna (69%), kemudian disusul renal (28%) dan retinopati diabetikum (3%). Sebanyak 69% penderita memiliki visus jelek, 28% telah mengalami kebutaan dan hanya 3% penderita dengan visus masih baik. Kebutaan telah ada sejak stadium I (KW 1), terbanyak pada stadium III (KW 3) dan berusia 31-401 tahun. Sebagian besar penderita telah menderita hipertensi selama 3 sampai <10 tahun dan terbanyak menderita hipertensi stadium 4 (sangat berat). Perbedaan insidensi menurut umur dan stadium penyakit secara statistik tidak bermakna.
Kata Kunci : Retinopati Hipertensi, RSUP dr. Sardjito